Semesta Rasa

Ifah Nurdiana
Karya Ifah Nurdiana Kategori Puisi
dipublikasikan 15 April 2017
Semesta Rasa

Biarpun aksara mengalir tiada henti.

Mengalun merdu tersimpan dalam kalbu.

Ibarat amoeba, sekali kata tertata, ia kan terus membelah tak terkira.

Begitulah aksara yg mengeja semesta rasa.

Aku jadi malu pada aksara.

Yang mampu mengeja makna rasa, sedang aku masih tergugu mengungkapkannya pada lisan.

Aku malu pada aksara yang mudah terbaca, sedang aku masih berkilah menyembunyi diri.

Biarlah rasa itu sendiri yang menjelaskan semesta rasa.

  • view 82