Muslimah, Kembalilah Pada Fitrahmu.

Ifah Nurdiana
Karya Ifah Nurdiana Kategori Renungan
dipublikasikan 12 Januari 2017
Muslimah, Kembalilah Pada Fitrahmu.

Ditengah keadaan masyarakat yang sudah sedemikian. Maka, satu-satunya penyelamat yaitu kembali pada tali Allah, yaitu agama islam. Al quran dan hadits sebagai penuntunnya. Ironi memang, dianggap sebagai umat islam terbesar akan tetapi eadaan sebenarnya jauh dari islam itu sendiri.

Maka, pada dunia pendidikan yang sedemikian miris. Fakta dilapangan, yang sedikit banyak tahu. Bahwa, tantangan dunia pendidikan saat ini sangat besar. Karakter dan akhlaq terkadang bukan menjadi sorotan, tetapi lebih mementingkan pada aspek nilai dan materi. Mindset pola pikir anak dan karakter anak yang kurang baik tentu semua berangkat dari pendidikan keluarga. Pendidikan kluarga dalam rumah dan lingkungan sekitar.

Kematangan biologis anak tak sejalan dengan kematangan psikologis. Alhasil, ibarat sebuah timbangan ya pasti akan berat sebelah. Ketidak seimbangan sendiri itulah sumber masalah pribadi dalam diri anak. Kematangan psikologis (aqil) dan kematangan biologis (baligh) haruslah dicapai dengan seimbang beriringan. Kedewasaan psikologi benar-benar tidak dapat dicapai dengan cara instan. Maka, disinilah peran orang tua sebenarnya. Pendidikan sepenuhnya anak adalah tanggungjawab orang tua. Kenyataan di lapangan, tak banyak hal yang tahu seperti ini. Mereka menyerahkan sepenuhnya perkembangan anak pada bangku sekolah, pada guru-guru mereka. Padahal tanggung jawab terbesar itulah pada ORANG TUA, BAPAK DAN IBU.

Wahai muslimah sebagai calon istri dan ibu, mari pahami hal ini. Keadaan sudah sedemikian mirisnya. Pahami posisi, kodrat dan tanggungjawab utama kita sebagai perempuan nantinya yaitu tentunya menjadi ibu.

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. َاْلاِمَامُ رَاعٍ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَ الرَّجُلُ رَاعٍ فِى اَهْلِهِ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَ اْلمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا وَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا. وَ اْلخَادِمُ رَاعٍ فِى مَالِ سَيِّدِهِ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. متفق عليه

Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam menjaga harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan masing-masing dari kamu sekalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.

[HR. Bukhari dan Muslim]

Wahai muslimah, kita menjadi istri sekaligus ibu, bertanggungjawab atas kepemimpinannya dalam rumahtangga suaminya. Seorang ibu adalah madrasah pertama dari putra-putrinya. Maka, penuhilah tanggungjawab itu dengan sepenuh dan semaksimal mungkin. Belajar dan cari ilmu sebanyak-banyaknya untuk menjadi ibu terbaik bagi buah hati mu kelak.

Maka, sepenuhnya pendidikan seorang anak dirumah itulah kewajiban dan tanggungjawab orangtua, bapak dan ibunya. Bukan gurunya, tetangganya ataupun kakek dan neneknya. Kebaikan-kebaikan hendaknya selalu dihiasi dalam rumah. Kelemahlembutan, kasih sayang, bukan dengan kekerasan baik fisik maupun verbal.

Maka, yang paling utama dari kewajiban pendidikan seorang anak yaitu aqidahnya. Setiap anak telah dibekali fitrah, fitrah untuk beragama bertauhid yang lurus. Maka, bekal yang sudah ada, pupuk dan siramilah dengan nilai-nilai agama. Bahwa, fitrahnya manusia hidup untuk mengabdi beribadah semata karena ALLAH, menjadi kholifah di muka bumi. Penanaman aqidah yang lurus ini dimulai pula sejak dini. Anak diberikan pemahaman sesuai tahap berpikirnya, dan dibiasakan dengan kebaikan-kebaikan.

Maka, tujuan pendidikan pun akan tercapai. Tak hanya berkembang sisi keilmuannya, tetapi juga beraqidah lurus dan kuat. Bakat dan minat masing-masing anak pun berbeda, maka orang tualah yang harus paling memahami dan mengarahkan sehingga bakat minat berkembang dan fitrahnya tetap pada jalan yang sebenarnya.

Maka, muslimah, bersiap-siaplah dari saat ini. Cari bekal sebanyak-banyaknya ilmu dan pengalaman, untuk menjadi istri dan ibu yang luar biasa.

Selamat berjuang, selamat berproses dan semoga selalu dalam ridhoNya.

  • view 113