Sapaan Senja

Ifah Nurdiana
Karya Ifah Nurdiana Kategori Puisi
dipublikasikan 11 Januari 2017
Sapaan Senja

Kusapa senja
Lamaaa ku bercengkrama
Bersama sepoi angin menerpa
Terlintas tanya senja
Tak ada rindukah ?
Tak benarkah ada rindu?
Dan mengapa harus rindu?

Rindu itu adalah kalam kalbu
Isyarat pemiliknya tuk berdoa mengingatiNya
Rindu tiada pernah khilaf
Hanya karna hamba yg naif
Tak menahu menerka makna sebenarnya
Karna yg benar2 tahu adalah Dia
Maka berserahlah rindu itu padaNya
Biar Dia sampaikan rindu pada tujunya
Nanti pasti tiba

Aku masih menyimpannya rapat
Serapat-rapatnya dengan penjagaan ketat
Tak hanya kupasang kunci yg kuat
Tapi juga alarm tuk pengingat
Hingga jika ada yg mendekat
Biar getar gelombangnya kutangkap

Kutanya pada senja
Kenapa getar alarm itu ada?
Adakah yang mendekat?
Adakah yang mencoba ketuk pintu?
Adakah perutusanNya tiba?

Aku masih terpaku
Merangkai kata membenahi laku
Memintal asa dan usaha
Aku tak bergeming
Tapi ada yang terusik karna getar itu
Meski kadang harus bergerak selangkah
Apakah benar itu perutusanNya?

Kusapa senja dan lantunkan doa
Atas alfa dan hamba yang tiada tahu apa
Engkau yang Maha Tahu
Pintaku
Jika itu perutusanMu
Maka kuatkan tuk membuka pintu
Engkau tuntun aku
Tuk segenap perjuanganku

Kusapa senja
Dan bicara
Bahwa rindu tiada pernah tersalah
Bahkan rindu tentang apa
Tiada soal tahu menahu sebenarnya

Kusapa senja
Simpanlah rindu
Sampai malam tiba
Berjumpa purnama

  • view 118