Memaknai Hidup

Ifah Nurdiana
Karya Ifah Nurdiana Kategori Agama
dipublikasikan 11 Januari 2017
Memaknai Hidup

Hidup bukan sekedar cari makan, cari uang, cari status sosial, cari nilai. Hidup bukan untuk memperturutkan hawa nafsu, yang perumpamaanya seperti anjing yang slalu menjulurkan lidahnya. Begitu rendah manusia yg senantiasa mempertuhan kan hawa nafsu.

Allah mencurahkan nikmat untuk hidup dengan satu misi, yaitu untuk menghambakan diri pada Dia Penguasa Seluruh Semesta, kerajaan langit dan bumi.
Allah tuliskan surat cinta yang sempurna, tak ada keraguan padanya, dan di dalam nya telah diatur semua agar hambaNya tak akan sesat pada fananya dunia yang hanya senda gurau. Itulah kalamullah Al Qur'an, Al Furqan antara haq n bathil.

Hidup bukan untuk memuaskan hawa nafsu. Karna nafsu kebanyakan menyuruh pada yg bathil.

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. (12:53)
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (31:22)

Balasan bagi hambaNya yang senantiasa berpegang teguh pada agama Allah adalah baginya surga dan senantiasa ditunjukkannya pada jalan yg lurus.

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. (4:175)

  • view 83