Kita adalah Perumpamaan

Kita adalah Perumpamaan

Lentera Jingga
Karya Lentera Jingga Kategori Puisi
dipublikasikan 18 Juli 2018
Kita adalah Perumpamaan

Kita adalah perumpamaan-perumpamaan.

 

Kita adalah cerita lama yang sudah dirasakan oleh banyak orang-orang sepi.

Kita adalah hati dan perut yang mustahil dibohongi.

Kita adalah dua patung tanpa ekspresi.

Kita adalah toko musik tepi jalan raya yang dinikmati bersama perasaan patah hati.

Kita adalah permainan petak upet; kamu atau aku yang sedang mencari?

Kita adalah kesadaran bahwa ada sesuatu yang dicari, ada sesuatu yang dicuri.

 

Kita adalah barisan kata-kata pada tumpukan buku dan menunggu.

Kita adalah mendung yang membuat bunga perlahan layu.

Kita adalah tepian pantai yang disapu jejaknya oleh waktu.

Kita adalah pertemuan dua cermin baru.

Kita adalah kesunyian yang memeluk tubuh dan kaku.

Kita adalah taman kecil anak-anak hari sabtu.

Kita adalah gerimis mengigil yang diselimuti rindu.

Kita adalah suntingan sajak karnaval di tengah lampu-lampu.

 

Kita adalah jelmaan pesan Ibu; ‘jaga diri baik-baik’ dan ‘hati-hati di jalan'.

Kita adalah penantian hangat, bukan perih ketergesaan.

Kita adalah doa para nenek moyang –mengharap pelaut ulung tidur di pelukan.

Kita adalah gunung mati yang didaki dan diabadikan.

Kita adalah kantuk yang menunggu didongengkan.

Kita adalah senja, puisi, hujan, bingkai foto, atau apapun yang disergap lamunan.

 

Kita tidak pernah tau kita siapa, bukan?

Selalu kamu dan aku menganggap kita adalah kelabu yang berdansa pada udara dan kejutan.

















Sumber Thumbnail

  • view 59