Cerita dari Teman Dekat

Cerita dari Teman Dekat

Lentera Jingga
Karya Lentera Jingga Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Juli 2018
Cerita dari Teman Dekat

Tetiba aku teringat lagu dari musisi anyar Endank Soekamti. Dalam liriknya yang penuh emosi, ia bernyanyi "Datang akan pergi. Lewat kan berlalu. Ada kan tiada. Bertemu akan berpisah. Awal kan berakhir. Terbit kan tenggelam. Pasang akan surut. Bertemu akan berpisah".
.

Dan 'waktu' yang musisi maksud telah tiba sekarang. Bodohnya aku yang menutupnya dengan tangisan. Ah, lelaki macam apa aku ini!
.

Untuk menutup hari, aku ingin bercerita sejenak. Jika kamu mau dengar, mari simak baik-baik. Pahami apa yang kamu pahami. Acuhkan jika ada kalimat yang tak kau mengerti. Mudahnya, tinggalkan pesan ini jika kamu mulai mengernyitkan dahi. Sudah siap?
.

Hmm, aku baru tau, ternyata tidak hanya bangkit, bahkan menangis juga butuh waktu, butuh tenaga. Hari ini, aku lelah menangis. Tidurku pulas karena menangis. Sampai aku telat datang padamu sembari menangis di perjalanan. Maaf ya. Tidak ada maksud untuk membuatmu menunggu. Aku tau kamu sibuk, pekerjaanmu menumpuk hingga bulan Agustus. Maka, ini jadi pelajaran bagimu, jangan buang waktumu untuk menangis.
.

Setelahnya ku menangis, aku sadar, menangis tidak menghasilkan apa-apa. Tidak mengubah apa-apa. Tidak membuat kau kembali. Tidak membuat mimpi tetiba menjadi nyata. Tidak membuat sepasang insan duduk bersama. Tidak membuat kita menjadi kita yang kemarin. Orang-orang berkata "Selalu ada pelangi selepas hujan." Sialnya, aku percaya itu. Aku yakin, selalu ada senyum yang terbit setelah tangis. Kamu juga begitu, jangan berlarut dalam sedih. Dunia terlalu indah jika kita terlalu lama tenggelam dalam keterpurukan.
.

Ah ya, setauku, kamu orang yang cerdas. Terbukti dari pendidikanmu sekarang. Jikalau ada waktu, mohon ajari aku caranya 'melepas' tanpa sakit, caranya rindu tanpa ada rasa ingin temu, caranya bernyanyi tanpa lirih, caranya sendiri tanpa sepi, caranya menangis tanpa air mata. Jika kamu tidak ada waktu, tidak apa. Kelak kita akan kembali bertemu, bukan ? Dan aku yang akan menyapamu lebih dulu.
.

Esok adalah hari di mana hati ini belajar pulih. Pulih dari rasa yang memaksa aku untuk sedih -menggerogoti jiwaku sedikit demi sedikit. Namun, bukanlah aku jika tidak tau caranya antisipasi jika kamu hilang. Bintang yang menggantung di langit rindu dan harapan itu sengaja kutuangkan dalam tulisan. Bukti bahwa rasa kamu dan aku pernah nyata adanya.
.

"Aku datang bukan untuk pergi. Hubungi aku jika kau butuh." Kalimat penutup dari cerita kita yang abu-abu.  Ada harap yang masih terselip di pernyataan itu -pertanda aku masih terjebak di kedai kopi, bangku taman, dan perpustakaan kota.
.

"Kamu sehat ?" Rasakan baik-baik pertanyaan itu. Ingin aku menemanimu lebih lama lagi.
.

Terima kasih sekali lagi untukmu. Wahai teman dekat.

 

 

 

 

 

Sumber Thumbnail

  • view 53