Aku Tidak Apa, Asalkan Kau Tidak Kenapa-Kenapa.

Lentera Jingga
Karya Lentera Jingga Kategori Puisi
dipublikasikan 12 Juli 2018
Aku Tidak Apa, Asalkan Kau Tidak Kenapa-Kenapa.

Aku tidak apa, asalkan kau tidak kenapa-kenapa.

 

Aku tidak apa jika menjadi buku harian bagimu. Yang hanya ditulis tentang kekesalan dan sesekali menjadi tempatmu meluapkan perasaan yang sedang berbunga. Aku akan diam, sesekali akan berkomentar jika kamu ingin.

 

Aku tidak apa menjadi lampu jalan bagimu. Yang hanya berdiri, sepi, dan menerangi jalan panjang –sambil menatap dirimu tengah melamun. ‘Kamu tidak sedang sakit, kan?’ pertanyaan lirih yang kudengar sendiri.

 

Aku tidak apa menjadi perpustakaan kota. Sebagai tempat pembunuh waktumu bersama buku, jurnal, dan kertas-kertas sisa kenangan masa lalu. Saat itu, aku senang melihat pikiranmu sedang bersuara.

 

Aku tidak apa menjadi bangku taman. Yang hanya memberi kenyamanan bersandar kala kamu dirundung duka. Ada aku, silakan jika kau ingin lelap dan bermimpi sejenak.

 

Aku tidak apa menjadi taman kota. Sebagai tempat singgah favoritmu sebelum pergi menuju pulang; sembari bermain ayunan dan membangun pasir istana.

 

Aku tidak apa menjadi laut, gunung, kebun, bibir pantai atau cakrawala yang menurutmu adalah pemandangan paling indah. Yang dapat melukiskan senyummu dan bersyukur; mengingat dunia tidak selamanya membuatmu sedih.

 

Saat aku menjadi sesuatu, pahamilah, itu karena aku takut akan waktu yang punya daya untuk mengambil apapun, bahkan siapapun.

 

Maka, jika aku hilang, kamu dapat temukan aku pada barang dan tempat-tempat itu; mulai dari cakrawala hingga buku harian.

 

Pun denganku, jauh-jauh hari sudah antisipasi bila dirimu hilang. Aku akan menemukanmu pada bintang-bintang; yang menggantung di langit rindu dan harapan.

 

 

 

 

 

 

Sumber Thumbnail

  • view 83