Memanipulasi Rasa

Lentera Jingga
Karya Lentera Jingga Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 Juli 2018
Memanipulasi Rasa

Ketika sudah mencapai titik jenuh, katakan padaku dan aku punya cara untuk memanipulasi rasa. Semuanya akan kusulap menjadi indah seperti sedia kala. Tiada lagi jenuh, tiada lagi ada rasa ingin pupus. Maka, kita jangan sampai putus dalam bicara. Tak ada yang lebih menyeramkan dari suatu hubungan daripada berpisah. Namun, lebih menyeramkan jika di antara kita menyuruh untuk menjauh. Pertanda bahwa ada rasa yang belum selesai disampaikan.

.

Kau tau, jika kamu menghilang, aku akan menemukanmu dalam bayang-bayangku. Aku menemukanmu dalam bilik pintu, celah sinar matahari, dalam rintik hujan, dalam sinar senja, dalam embun pagi, dalam kicau burung, dalam kayuhan sepeda, dan dalam petualanganku. Ada wajahmu yang masih melekat di pikiranku dan tersenyum. Di situlah aku tersipu –seringkali dilihat Ibu dan tetiba aku malu. Nah, dengan aku menyampaikan terlebih dahulu seperti ini, silakan kau mau berbuat apa. Sekarang kau sudah tau titik lemahku, bukan? Kini, kau mudah sekali untuk membuatku patah, menghilang saja kau dari dunia dan saksikan aku yang menyakiti jiwaku sedikit demi sedikit.

.

Kehilangan menjadi barang yang kutakuti. Aku tidak takut akan kegelapan, film horror, dan kecoa terbang. Aku hanya takut kehilangan sesuatu yang tak mampu ku jaga. Maka, jangan heran jika aku mengatakan padamu bahwa aku ingin menjagamu. Begitulah adanya aku yang masih belajar bangkit dari trauma kehilangan. Rasanya perih dan semoga kau mengerti.

.

Aku tau, bangkit menjadi solusi dari kondisi patah tadi. Tapi bangkit juga butuh waktu, bangkit butuh tenaga. Saat aku bangkit, bisa saja aku mencari jalan baru, namun bukankah kenangan selalu ada di memori inti pikiran kita? Memori itu selalu menggentayangi, lebih seram dari film horror, lebih mendebarkan dari film thriller, dan lebih membanjiri air mata dari film drama. Maka dari itu, jangan kau menghilang, jangan suruh aku menjauh. Ingat apa yang kusampaikan di awal, aku selalu punya cara untuk memanipulasi rasa. Kejenuhan bisa kusulap menjadi tawa, percayalah.












Sumber Thumbnail

  • view 90