Kita Berpisah dengan Baik-Baik, kan?

Lentera 28
Karya Lentera 28 Kategori Inspiratif
dipublikasikan 12 Oktober 2016
Kita Berpisah dengan Baik-Baik, kan?

Aku melupakan.

Dengan semua masa lalu yang ada di laci meja, di album foto, dan di kotak kenangan. Aku mengambilnya untuk yang terakhir kali, sebagai simbol bahwa kamu bagian dari masa laluku yang segera kulupakan. Aku memilih membuang apa saja yang bisa kubuang dan yang bisa kuberi pada mereka yang memerlukan.

Di kotak kenangan, ada secarik kertas. Aku mengingati itu sebagai peringatan satu tahun kita bersama. Sebelum kubuang, aku mencoba meraihnya dan membuka lembaran di muka. Tulisanmu, sebelum kubaca, aku mencoba bersyukur bahwa kamu menjadi bagian dari masa laluku. Aku membacanya sekilas. Hanya penanda bahwa aku berpisah denganmu dengan cara baik-baik saja. Tanpa ada perdebatan panjang. Alasan karena tidak sepaham menurutku cukup menjadi alasan utama menanggalkan alasan klise lainnya. Tertera kata di sana “Semoga kita selalu bersama hingga kakek nenek”, aku bergumam “Aamiin” semoga sampai kakek nenek hubungan baik kita terus berjalan.

Ada kalanya cinta berkata tidak senada dengan hati. Keegoisan akan cinta menjadi petaka bila tidak dimaknai dengan bijaksana. Begitupula dengan kenangan. Berdamai dengannya untuk melangkah mantap di hari kemudian. Sehingga tatkala kita kembali berjumpa, kita merasakan adanya proses pembelajaran dengan segala pemaknaan di sana. Jadi, kita bisa belajar satu langkah lebih maju di tahap pendewasaan.

Semoga…

 

 

 

Sumber Thumbnail

  • view 229