Cangkir, Cincin, dan Kejutan

Lentera 28
Karya Lentera 28 Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 September 2016
Cangkir, Cincin, dan Kejutan

Kamu cerita padaku seperti dua orang yang sudah lama tidak berjumpa. Aku kembali pada kenangan itu, tapi sudahlah. Ini keputusan kita bersama. Berpisah karena jarak. Alasan itu, belum sepenuhnya kuterima. Dan kamu bersikukuh dengan alasan itu, meski sepertinya ada yang kamu sembunyikan. Aku memilih diam. Dan kamu kembali melanjutkan penjelasanmu.

Kamu sekarang dihadapanku, ditemani dengan dua cangkir kopi kegemaran kita masing-masing. Ternyata, dua tahun di benua biru tidak menjadikanmu berubah. Setidaknya untuk selera kopi. Kamu masih terlihat sama. Tampilanmu juga sedikit berubah sekarang. Memakai kemeja kasual dengan aksesoris kalung di lehermu. Tanganmu terlihat lebih putih. Pasti karena di sana kamu tidak terpapar sinar matahari langsung dan kamu lebiih lama bekerja di kantor-ku tahu dari cerita via surrelmu. Jarimu juga terlihat lebih luwes dan indah. Kamu berbicara dengan memainkan gerakan jari. Kamu semakin anggun dengan hal itu, apalagi dengan adanya cincin di jari manismu.

 

Sebentar, ada cincin di jari manismu?

 

Bukankah kamu ke Jerman untuk melanjutkan studi?

Atau kamu malah sekarang bersuami?

Atau jangan-jangan kamu memilih berpisah denganku karena jarak hanya alasan yang dibuat-buat supaya kamu dapat menikah dengan pria lain?

Aku mulai tidak mengerti.

Aku percaya kamu orang yang jujur. Namun, apa kamu setega ini? Menjalani hubungan denganku dua tahun lamanya dan meninggalkanku begitu saja tanpa alasan pasti? Atau jangan-jangan kamu memiliki pria lain ketika masih bersamaku? Pikiranku semakin liar. Jangan sampai curigaku ini kamu ketahui.

“iya, kamu benar”  katamu tiba-tiba. Aku belum menanyakan apa-apa dari tadi.

Aku memilih pria yang ditawarkan ibuku. Aku tiada alasan untuk menolaknya. Kini kami sudah dikaruniai putra."

Kemudian kamu menyodorkan foto anakmu.

"Sekarang usianya sudah tiga bulan, lucu kan?” 

 

Tuhan, beri aku kuasa untuk memperbudak waktu…

 

 

Sumber Thumbnail

  • view 201