Keterasingan; Kedai, Green Tea, dan Kwetiau

Lentera 28
Karya Lentera 28 Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Agustus 2016
Keterasingan; Kedai, Green Tea, dan Kwetiau

Pernah kalian hidup dalam keterasingan ? Ke mana kaki melangkah, di situ disergap ragu. Entah kaki ingin melangkah ke mana. Setiap orang memperhatikan dengan muka  tidak mengenakkan. mencurigaiku yang sedang melangkah. Aku terus melangkah, hingga di satu titik aku menemukan sesuatu yang menarik. Kedai kopi. Aku ingat, kedai kopi itu pernah menjadi saksi perjalanan seorang manusia. Tampilan mejanya masih sama, tidak ada yang berbeda. Hanya menu yang sekarang lebih banyak. Ada green tea ice. Mungkin itu karena sekarang-sekarang saja sedang digandrungi banyak pemuda-pemudi. "Mau pesan apa, mas?" ibu setengah baya menghampiri sambil siap mencatat pesanan yang ingin kukatakan. Aku diam sejenak, lima sampai sepuluh detik. Ada bayangan dipikiranku seketika mampir. Aku mengebasnya, mungkin memori masa kecilku yang selalu sigap memesan 'kwetiau' di kedai manapun. "Ada kwetiau, bu?" tanpa sadar aku memesannya. "Tidak ada mas, ini warung kopi. Kwetiau ada di kedai nasi goreng seberang sana", aku menoleh mengikuti telunjuk ibu itu mengarah pada kedai di sudut jalan.

 

"Deg!"

 

Seketika aku teringat. "Kedai, Green tea, dan Kwetiau"

 

Kedai, tempat itu pernah menjadi singgahan favoritku bersama seorang wanita. Wanita itu penikmat green tea. Lalu kwetiau, satu hal persamaanku dengannya. Persamaan yang terkadang kudramatisir bahwa aku dengannya kan berjodoh. Kedai itu sekarang menyediakan green tea ice karena wanita itu selalu meminta ada menu baru supaya ia bisa selalu ke kedai itu dengan aman (minuman kesukaannya selalu sedia di sana). Kini diriku asing. Dia pun juga begitu, asing dengan tempat barunya entah di mana -pergi tanpa memberi kabar. Aku teringat. Aku sedari tadi berjalan dalam keterasingan. Bukan dengan orang sekitarku. Namun, dengan pikiranku sendiri...

  • view 147