Jadilah Pembelajar Sejati

Lentera 28
Karya Lentera 28 Kategori Renungan
dipublikasikan 29 Agustus 2016
Jadilah Pembelajar Sejati

"Jadilah Pembelajar Sejati"

Sebelum memulai membaca halaman ini, mari kita sejenak mengosongkan pikiran terlebih dahulu. Hempaskan semua ilmu yang kita miliki. Sejenak saja, sampai anda selesai membaca tulisan ini. "Loh, kenapa?". Karena saya akan mengatakan sesuatu yang mungkin sering anda dengar. Bahkan penulis yakin bahwa pembaca adalah orang yang sangat cerdas. Maka, sejenak saja kosongkan pikiran dan mulailah bersikap merunduk. Terlebih penulis menyarankan untuk menundukkan hati pembaca supaya dapat menerima pelajaran dari setiap orang lain sampaikan yang seringkali tidak penting. Sedikit mengganggu pendengaran anda karena kita sudah sangat jenuh dengan kalimat normatif bertebaran di mana-mana. Iya, sangat jenuh. sehingga tidak sadar bahwa segala ucapan dan nasihat tidak menembus dalam hati kita. Kita mengetahui tetapi enggan untuk menerima. Silakan takjub pada puisi nan romantis, sebab keindahan kata memang fitrahnya manusia menyukai. Namun, lihatlah bagaimana ilmu itu datang dengan manis, meski ia hadir tanpa lihat situasi. Bersiaplah selalu menjadi seorang pembelajar sejati. 

"Jadilah Pembelajar Sejati"

Yang menerima nasihat dari seorang pencuri tentang larangan mengambil hak orang lain. Dari seorang bandar narkoba tentang bahayanya dampak narkoba. Dari mereka yang ahli judi tentang larang bermain judi. Dari mereka yang pemabuk untuk mengatakan jangan minum barang haram kesukaan mereka. Dari pelaku kejahatan tentang kejahatan yang mereka buat sendiri.

"Jadilah Pembelajar Sejati"

Apabila tidak dapat menerima kata-katanya, maka terimalah keikhlasannya untuk menasihati kita. Kita dapat belajar dari keikhlasannya, semangatnya mengingatkan kita dengan antusias sehingga terbuang 1 atau 2 menit untuk menasihati kita, konsistensi yang mereka lakukan kepada siapapun bahkan kepada kita yang kadang jauh lebih buruk daripada mereka namun seringkali kita terlindung aib-aib kita tidak terbongkar, dan belajarlah dari mereka; pribadi yang melekat padanya bahwasanya mereka menemukan dirinya sendiri sebagai manusia yang utuh. Memiliki hati untuk mencegah orang lain supaya tidak seperti dirinya.

"Jadilah Pembelajar Sejati"

Meski kelelahan menjalar keseluruh tubuh kecuali mata yang bisa bertahan lebih lama. Sebab kita mengetahui nasihat Imam Syafi'i bahwa lemahnya daya tahan lelahnya belajar kelak kan berbuah perihnya kebodohan. Pembelajar sejati memiliki mental sekuat baja. Tak akan menyerah mengejar ilmu hingga dirinya paham secara utuh, setidaknya memahami bahwa hari ini kan tidur nyenyak tanpa ada lagi pertanyaan.

"Jadilah Pembelajar Sejati (sekali lagi)"

Yang memiliki mental mengajar dan diajar. Mental mengajar karena ia peduli bahwa dirinya adalah manfaat pada sesama. Mental diajar karena ia paham bahwa ilmu bersifat seperti sungai yang mengalir, hanya mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah. Ia juga memahami bahwa ilmu akan tidak bermanfaat bahkan terlupakan layaknya air yang menggenang kelak kan keruh, bau, dan menjijikan.

Jadilah pembelajar sejati meski kualitas diri kian berisi, tetapi selalu siap mendengarkan dengan takzim untuk siap kembali menginspirasi

  • view 239