Saat yang tepat

A.K. Anwar
Karya A.K. Anwar Kategori Agama
dipublikasikan 06 Maret 2016
Saat yang tepat

?

Tiap hari, Rabi?ah pergi ke pasar melewati jalan tersebut, dan setiap hari dia melihat peristiwa yang sama. Hasan al-Basri duduk di depan pintu sebuah masjid, menangis dan meratap, ?Ya Allah, bukakan pintu-Mu, biarkan aku masuk. Mengapa Engkau tak mau mendengarkan pintaku? Biarkan aku masuk?.

Biasanya, dia tak begitu ambil pusing, tapi kali ini yang dilakukan Hasan agak mengganggu dirinya. Dia melihat tangis Hasan begitu pilu, air mata bercucuran, dan ratapannya begitu menyayat hati. Kali ini, dia mendekati Hasan, menggoyangkan badannya seraya berkata, ?Sudah cukup! Pintunya sudah terbuka...Engkau bahkan sudah masuk ke dalam.? Hasan menghentikan tangis dan ratapnya, berpaling memandang Rabiah dan saat itu beliau menerima pencerahan. Beliau kemudian membungkuk dalam di hadapan Rabiah dan kemudian berkata, ?Engkau datang tepat waktu. Jika tidak maka aku akan terus seperti itu selama bertahun-tahun. Aku sudah melakukan hal ini sejak lama, ke mana saja anda selama itu? Aku tahu bahwa dirimu melewati jalan ini saban hari dan karena itu Anda pasti melihat diriku menangis dan meratap.?

?Benar demikian, tapi kebenaran hanya dapat disampaikan pada saat tertentu, di tempat tertentu, di konteks tertentu. Aku menunggu saat yang tepat. Dan hari ini adalah saat itu. Jika aku katakan hal tersebut kepadamu kemarin, maka Anda hanya akan merasa terganggu, Anda bisa jadi menjadi marah. Bisa jadi anda akan bersikap bermusuhan dan berkata kepadaku, ?Kamu sudah mengganggu doaku? dan mengganggu orang yang sedang berdoa merupakan perbuatan yang dilarang.

Saduran dari: http://theunboundedspirit.com/10-sufi-stories/

  • view 53