Rindu

A.K. Anwar
Karya A.K. Anwar Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 13 Februari 2016
Rindu

Ketika Rasulullah pertama kali bertemu dengan Jibril a.s, yang menyampaikan wahyu pertama, beliau kembali ke rumah dalam kondisi gemetar, kedinginan dan ketakutan. Ledakan spiritual itu bahkan terasa mengagetkan bagi manusia pilihan seperti beliau. ?Selimuti aku? pintanya kepada sang istri tercinta. Sayyidah Khadijah r.a. melakukan apa yang diminta oleh Rasulullah. Kemudian dengan kasih dan sayangnya, beliau yakinkan sang suami bahwa apa yang dilihatnya itu pernah dilihat oleh para Nabi sebelumnya. Dan kemudian sejarah bergulir, Muhammad bin Abdullah menjadi utusan Allah dengan Sayyidah Khadijah termasuk yang paling awal mengakui kenabian dan kerasulannya, tanpa ragu, tanpa tanya, hanya cinta dan yakin.

Kemudian, beliau berdiri tegar mendampingi Rasulullah di sepuluh tahun pertama masa kerasulan. Sepuluh tahun masa paling sulit dalam sejarah dakwah Sang Terpilih. Masa-masa dimana caci dan makian sudah menjadi makanan sehari-hari, perlakuan kasar dan tak senonoh nyaris tiap hari diterima. Sehingga tak heran, ?kepulangan? Khadijah merupakan salah satu dari guncangan terbesar dalam hidup Baginda Rasul. Kesedihan yang beliau rasakan begitu mendalam, hingga Allah kemudian ?menghiburnya? dengan Isra? dan Mi?raj.

Namun, Khadijah r.a. tak bisa dilupakan dalam ingatan Rasul. Sosoknya demikian melekat kuat, hingga walaupun tahun setelah wafatnya sudah berbilang; ketika Rasulullah sudah menjadi pemimpin umat yang paling diperhitungkan di jazirah Arab; menjadi penakluk Makkah dengan tentara yang nyaris tanpa tanding di Arab; rindu itu tak pernah surut. Maka, ketika Beliau bangkit menyambut seorang wanita tua yang datang menghadap saat beliau sedang dikelilingi kaum Quraisy yang memohon amnesti, menghamparkan jubah dan bercakap dengannya, Sayyidah Aisyah menjadi tertarik.

?

?Siapakah gerangan wanita tua yang menyita seluruh waktu dan perhatianmu ya Rasulullah?? tanya Aisyah r.a.

?Dia sahabat Khadijah? jawab Rasul

?Apa yang kalian berdua bicarakan?

?Hari-hari ketika Khadijah masih hidup?

Jawaban tersebut memantik cemburu di hati Aisyah sehingga terlontar kemudian kalimat ?Engkau masih mengingat wanita sudah meninggal itu sedangkan Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik??

?Demi Allah? tukas Rasul, tetap lembut tapi ada ketegasan dalam jawabannya ?Allah tidak pernah menggantikan yang lebih baik ?dia menghiburku ketika semua orang menolak aku; dia yakini aku ketika semua orang mendustai aku?.

?Jawaban yang menyiratkan kesal itu, membuat Sayyidah Aisyah menyesal. ?Ya Rasul, mohon ampunan untukku? pintanya dan Rasul menjawab, ?Mohonkan ampun untuk Khadijah baru aku mohonkan ampun untukmu? (H.R. Bukhari)

?

?

Sumber thumbnail: https://www.genealogieonline.nl/en/stamboom-homs/I6000000000737643783.php

  • view 148