Pemilik Dinar

A.K. Anwar
Karya A.K. Anwar Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 16 April 2016
Pemilik Dinar

akaiannya biasa saja, cenderung sudah lusuh malah. Para awak perahu sudah memperhatikannya ketika naik bersama para penumpang yang lain. "Kau lihat si Malik yang naik bersama yang lain" kata seorang awak kepada temannya, "aku tak yakin dia punya cukup uang untuk membayar sewa perahu". Temannya yang diajak bicara mengangguk setuju. Dan sejak itu, orang tersebut berada dalam pengawasan awak kapal.

Siang meninggi, perahu penyeberangan tersebut mulai berlayar. Saat di tengah laut, para awak mulai menagih uang sewa kepada para penumpang. "Uang sewanya!" kata sang awak perahu tegas kepada lelaki itu. "Aku tidak punya uang" jawabnya. Mendengar jawaban tersebut, para awak perahu berang. Tak pikir dua kali, mereka pukul orang itu sampai pingsan. Saat siuman, dia mendapati awak perahu yang tadi menagih kembali membentak, "Bayar uang sewanya". "Aku tak punya uang" jawab si pria dengan suara lemah. Jawaban yang membuat para awak menjadi tambah murka, pukulan kembali mendarat di badannya dan orang tersebut kembali pingsan.

Ketika siuman, awak tersebut kembali meminta dengan kasar untuk ketiga kali. Dan ketika dia kembali memberikan jawaban yang sama, para awak sepakat untuk mengangkat dan melemparkannya ke laut. Tiba-tiba banyak ikan muncul mengelilingi perahu tersebut dan di mulut mereka terdapat 2 keping uang dinar. Orang tersebut mengambil kepingan dari salah satu ikan tersebut dan memberikannya kepada awak perahu. Para awak perahu yang melihat kejadian ini segera berlutut sambi memohon maaf atas perlakuan mereka. Orang tersebut kemudian turun dari perahu, berjalan diatas air sebagaimana berjalan di daratan dan menghilang. Sejak saat itu, dia dikenal dengan sebutan Malek-e DInar.

Disadur dari Malek ibn Dinar dalam Tadzkiratul Auliya, Fariduddin 'Attar, terjemahan A.J. Arbery, Muslim Saints and Mystic

  • view 137