Purnama Itu, Bukan Ahok. Dialah Purnama..

Aji Latuconsina
Karya Aji Latuconsina Kategori Puisi
dipublikasikan 07 Januari 2018
Purnama Itu, Bukan Ahok. Dialah Purnama..

Purnama Itu,  tapi Bukan Ahok.
Dialah Purnama Mata Bulannya Kekasihku.

Duhai sayangku
lihatlah rembulan di tapila yang hampir pono
kuseret matamu pada kerlip bintang yang saling baku manyau
lalu hembusan angin bawa megamega roman ke kapala koi yang mulai bakareo
dia mengharap sinar bulan dan kasihmu agar aku tak bahenju

Oh cahaya bulanku
cobalah engkau mendera terka di mata sayu
seberapa dalam aku menyimpan rindu yang begitu babuku
beta seperti teteruga yang mengarungi dalamnya lautan gelora sampai bongko
dan kucoba menangkap sinar bulan di lautan matamu
berusaha tembusi perangkap asmara di semua bubu
resah seluas bumi di batas penantianku
telanjang dada melayari remang kaku
dan kutanam beribu-ribu anak angan sebesar belang atau kano

Wahai mata bulan kekasihku
bila kau pulas di antara hujan dan mimpi indahmu
apa yang harus kulakukan dengan payungku
yang layu mengkerut dalam cidaku
sedangkan nafsu memburu rindu di dadaku
memaksa mencumbuimu lewat bayangan gunung-gunung dibalik cole
sambil aku sangko selimut dekapan di ujung belo
biarkan nyamuk basoso tetu-tetu
geliat ale arika tetap kan beta polo

Dikaulah purnama
yang satukan sinaran dan hempasan ombak bikin isi cawat takoro
kulihat bulan yang sangat manis cuma saloko
daku toma rindu ini dengan begitu paleo
sungguh teduh di bawah haluan kisah parao
banyak getegete pecicilan seliweran maniso
maar beta pung hati deng cinta voor ale nona antero-antero

________________________________
TT TUKEL STORI PARLENTE
"Purnama Itu, Tapi Bukan Ahok. Dialah Purnama Mata Bulannya Kekasihku"
Manokwari, Agustus @kutikata2012
1' Modified at 07012018 - Manokwari
•ajilatuconsina

  • view 84