Penumpang Merugi, Hanya Karena Alasan Keberangkatan Jokowi?

Penumpang Merugi, Hanya Karena Alasan Keberangkatan Jokowi?

Aji Latuconsina
Karya Aji Latuconsina Kategori Lainnya
dipublikasikan 22 Desember 2017
Penumpang Merugi, Hanya Karena Alasan Keberangkatan Jokowi?

Kegaduhan terjadi di ruang tunggu keberangkatan bandar udara Rendani - Manokwari, Jumat 22 Desember pukul 13:30 waktu setempat. Keributan dipicu oleh ketidakjelasan informasi dari pihak maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

Puluhan penumpang yang protes dengan mengeluarkan kata-kata dengan nada kasar tersebut kecewa pasalnya pihak maskapai mengumumkan delay yang terlalu lama tanpa alasan yang jelas.

Penumpang dengan Flight No. SJ571 tujuan Manokwari - Sorong berdasarkan waktu keberangkatan seharusnya berangkat pukul 09.30 dan tiba di Sorong pada jam 10.10 WIT.

Penumpang Sriwijaya Air dengan Flight No. SJ571 tidak hanya dengan tujuan Sorong, tetapi juga ada penumpang transit dengan tujuan Ambon, Manado, Makassar dan Jakarta.

Sebelumnya pada Jumat dini hari pukul 02.34 WIT, pihak Sriwijaya Air mengumumkan keterlambatan penerbangan (dikarenakan perubahan jam terbang) melalui sms kepada penumpang Flight No. SJ571 dari Manokwari dengan tujuan Sorong.

Penerbangan ke Sorong dari Manokwari yang dijadwalkan berangkat 09.30 dipindahkan sepihak ke jam 12.05 WIT tanpa alasan jelas lainnya.

Seperti biasanya boarding time yang dijadwalkan pada pukul 11.30 di tiket penumpang diinformasikan ulang di counter check in. Namun sampai pada pukul 12.05 jam keberangkatan, semua penumpang sama sekali tidak diberitahukan tentang informasi keberangkatan.
Simpang siurnya berita delay ini hanya sampai di telinga penumpang dari penumpang ke penumpang, bukan dari pihak maskapai.

Kurang lebih jam 12.30 jam keberangkatan, pihak maskapai mengumumkan kepada semua penumpang Flight No. SJ571 untuk mengambil makanan yang sudah disediakan. Info delay secara resmi dari ruang informasi tidak diinformasikan.

Kemarahan penumpang SJ571 memuncak saat mendapatkan makan berupa sebungkus snack yang berisi sepotong roti dan segelas air mineral. Padahal puluhan penumpang sudah datang di bandara mulai jam 07.30 pagi untuk check in.

Tepat jam 13.30 setelah menarahi dan memaki-maki awak kru Sriwijaya, para penumpang yang tidak menahan emosi meluapkan kekesalan dengan menuntut perwakilan Sriwijaya Air yang akhirnya datang menemui mereka.

Tuntutan para penumpang di antaranya adalah, kepastian jadwal delay dan keberangkatan, ganti rugi dan juga kompensasi.

Menurut salah satu perwakilan Sriwijaya, perubahan jadwal dan keterlambatan penerbangan semata-semata hanya karena bandara udara Domine Edward Osok (DEO) Sorong ditutup untuk dengan dan atau untuk waktu tidak tertentu dikarenakan kedatangan dan keberangkatan pak Jokowi di bandara tersebut.

Pihak Sriwijaya Air bersikukuh untuk tidak mengindahkan permintaan tuntutan ganti rugi dan kompensasi karena kejadian delay ini bukan kesalahan mereka walaupun yang sudah merugi secara materi dan immateri adalah penumpang pesawatnya. Dengan pengertian lain bahwa maskapai tidak mau merugi dan penumpang harus mengerti faktor penyebabnya.

Karena didesak dan diancam oleh penumpang untuk segera diberangkatkan tanpa alasan apapun termasuk alasan pembenaran presiden yang sedang berada di Kota Sorong. Maka pada pukul 14.10 diumumkan penumpang Sriwijaya Air Flight No. SJ571 untuk segera naik ke pesawat. Akan tetapi di depan pintu keberangkatan masih terjadi protes selama 10 menit karena masih ada sebagian penumpang yangbmasihbtidak terima dengan kejadiam delay dan masih menuntut ganti rugi.

Setelah kedua belah pihak sepakat untuk berangkat, maka seluruh penumpang dipersilahkan naik ke pesawat. Hampir lagi masalah baru muncul, sebab penumpang semakin gerah, pesawat masih belum diberangkatkan sedangkan penumpang sudah satu jam tak sabar berada di dalam pesawat dengan tujuan akhir Jakarta itu. Akhirnya pesawat lepas landas juga pada jam 15.15 WIT dari Manokwari. Dan Alhamdulillah tiba dengan selamat di Kota Sorong pada pukul 16.55.

Sorong, 22 Desember 2017
•ajilatuconsina

  • view 118