Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 3 Desember 2017   22:05 WIB
212, Bukan Reuni Biasa

212 bukan sekedar bayi baru lahir dengan timbangan tematik
dia lahir normal dari rahim semantik
212 adalah susunan barisan tulang-tulang rawan di tubuh politik
dia tidak prematur dan tidak perlu vitamin disuntik
212 tidak harus diinkubasi dalam kekuasaan intrik
dia sendiri adalah ventilator bagi sesaknya dada terjebak linguistik

212 bukan sekedar reuni, bukan pula angka dadu Sengkuni
tak perlu dibungkam dalam mangkuk sup berjiwa sunyi
212 adalah re-afiliasi dari pembubaran idealisme oleh penguasa suara legislasi
dia merupakan perwakilan puluhan juta antipati
212 tidak sedang berjudi dengan dominasi kursi partai
massa yang berkumpul itu bukan demo pro hasil manipulasi

212 mengenang kembali perjuangan memurnikan citra wahyu Tuhan
firman Tuhan yang dinodai oleh air liur penuh nila pencitraan
212 tiada bernilai nasi kotak dan kebenaran demo bayaran
bukan pula jumlah lilin babingepet yang dibakar di jalanan
212 bukan reuni biasa di hadapan para penista agama dan gerombolan pecinta perdamaian

212 bukan reuni para pemegang saham tambang nasional
alumni di monas itu bersatu demi mendulang amal
212 bukan kumpulan para pemuja tokoh agama liberal
mereka bukan para pembela penista agama yang fenomenal

212 hanya reuni dan melaksanakan kegiatan agama
bukan berkompromi untuk menghapus kolom agama
212 tak peduli dengan jurnalis cengeng penjaja dusta judul berita
mereka sudah tidak alergi lagi dengan sentimen media

212 bukan berupa senjata orang-orang gendeng
mengaku Muslim tapi sinis kepada reuni jauh lebih sableng
212 adalah peringatan keras kepada boneka kaleng
reuni ummat Islam ini ancaman buat si dalang berhati celeng

212 bukan buatan sang menteri penyayang el ge be te
kehadirannya juga akan membuat ummat be te
212 adalah cermin wajah munafik bagi pejabat beragama Islam ka te pe
sukses reuni ini cerminan terhadap satria buta bertopeng ka u ha pe

212 adalah produk politik Islam 2019 dengan harga mati tak tertawar di bursa capres
212 adalah merek ikhtiar di 2019 untuk tidak memilih para pecinta penista agama jadi capres
212 adalah simbol ummat Islam bersatu untuk tidak memilih liberal, sekuler dan komunis menjadi capres
212 adalah lambang kebangkitan ummat Islam bersatu bersyarat syariah bagi yang capres

____________________________
TT TUKEL STORI PARLENTE
"212, Bukan Reuni Biasa"
Manokwari, 03 Desember @kutikata2017
•ajilatuconsina

Karya : Aji Latuconsina