Refleksi Perjuangan (Dakwah) Rasulullah Muhammad Saw

Aji Latuconsina
Karya Aji Latuconsina Kategori Agama
dipublikasikan 02 Desember 2017
Refleksi Perjuangan (Dakwah) Rasulullah Muhammad Saw

Refleksi Perjuangan (Dakwah) Rasulullah Muhammad Saw dan Ummat Islam Terhadap Penguasa Kafir di Segala Zaman


Upaya Makar Terhadap Dakwah Islam

Allah SWT berfirman :

وَاِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَ ۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ

"Wa iz yamkuru bikalladziina kafaruu liyustbituuka au yaqtuluuka au yukhrijuuka, wa yamkuruuna wa yamkurullah, wallahu khairul-maakiriin"

"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya".
(QS. Al-Anfal, 8 : ayat 30)

Berita ini sangat singkat, padat, ringkas, jelas dan aktualitasnya merupakan peristiwa fakta pada zaman Rasulullah Saw.

Inilah salah satu informasi akurat yang diberitahukan kepada nabi Muhammad Saw, tentang sebenar-benarnya tipu daya (makar) yang dilakukan (oleh musuh-musuh Islam).

Kontekstual firman Allah Swt pada saat turunnya wahyu ini seperti yang kita ketahui bersama pada riwayat-riwayat sejarah nabi Muhammad Saw dalam bentuk lain berupa rawi, ratib, dan barzanzi yang selalu kita baca dan dengarkan pada acara-acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, atau dalam kegiatan majelis dakwah lainnya adalah merupakan bagian isi sejarah dari suka dukanya baginda nabi Muhammad Saw dalam kepemimpinan dan perjuangan dakwahnya.

Siapakah yang berbuat makar kepada nabi? Mereka itulah orang-orang kafir. Untuk apa mereka melakukan makar? Allah Swt menyatakan bahwa mereka melakukan upaya untuk membuat nabi Muhammad Saw agar tidak bisa beraktivitas. Dengan maksud lain dakwah nabi akan dipersempit ruang geraknya, atau dibungkam suara dakwahnya, atau nabi akan dipenjarakan.

Mereka orang-orang kafir akan makar kepada nabi Muhammad Saw, dengan cara akan membunuh nabi Muhammad, dan bahkan akan diusir dari tanah kelahirannya. Mereka orang-orang kafir melakukan makar kepada nabi, akan tetapi Allah Swt menggagalkannya, karena Allah Swt lah sebaik-baiknya pembalas tipu daya dan makar mereka.

Al Quran, Surah Al-Anfal ayat 30 ini adalah pemberitahuan resmi kepada nabi Muhammad Saw dan ummatnya. Bahwa orang-orang kafir akan terus berupaya untuk mengamputasi dakwah Islam. Orang-orang kafir berusaha mensubversif kegiatan agama Islam dengan segala cara.

Mereka melakukan berbagai macam cara, beragam model cara, dengan segala macam usaha dan upaya untuk membungkam, menaklukan dakwah nabi Muhammad Saw.

Aneka cara yang dilakukan oleh para kafir Quraisy sejak dahulu untuk menghancurkan jalan dakwah Rasulullah Saw dan menggagalkan dakwah ulama-ulama ummat Islam, sangatlah relevan dengan gaya, model, dan rupa cara di abad 14 Hijriyah sekarang ini.

Aneka ragam cara dan usaha para orang kafir itu diantaranya adalah :
(1) Mereka para kafir setiap saat, setiap hari, setiap dimana saja mereka melihat Rasullullah Saw, mereka melakukan pelecehan, yaitu mencaci, mengumpat dan memaki Beliau.
Bahkan istri dari pamannya nabi Abu Lahab, setiap pagi, setiap hari menyempatkan diri untuk datang mengetuk pintu rumah nabi. Ketika Beliau membuka pintu, istri pamannya mencaci maki nabi. Sehingga caci maki kepada nabi menjadi sarapan pagi istri paman nabi setiap harinya.

(2) Setelah mereka tidak berhasil dengan cara untuk menjatuhkan mental nabi Muhammad Saw. Para kafir berusaha lagi dengan cara lain, yaitu fitnah.
Yang mereka lakukan kali ini adalah menyebarkan fitnah terhadap nabi, tentang berita bohong (hoaks). Bahwa nabi adalah tukang sihir yang sudah gila, pengacau, memecah-belah suku bangsa Quraisy, perusak rumah tangga, penghancur kesatuan dan persatuan bangsa.

Andaikata dulu suda ada istilah radikalis dan fundamentalis, mungkin saja Rasulullah Saw sudah dituduh inclusive, intoleran, extremists dan teroris.

Kesaksian salah satu sahabat nabi (Yufid at Aussy) waktu itu, bercerita, saat Yufid masih kafir dan masuk ke Makkah al Mukarramah. Saking takutnya ia akan cerita tentang Muhammad Saw perihal sihir dan hipnotis nabi, sampai-sampai ia menyumpal telinganya dengan kapas dalam-dalam hanya untuk menghindar dari mendengar ucapan, kata-kata, sabda nabi Muhammad Saw yang dikatakan sihir.

(3) Dengan cara yang kedua, para kafir tidak berhasil memfitnah nabi. Mereka mencoba cara ketiga, yaitu dengan cara meneror nabi Muhammad Saw. Namun mereka belum berani meneror nabi secara fisik. Karena Beliau masih dalam lindungan tangan Abu Thalib, paman nabi Muhammad Saw.
Abu Thalib mengkoordinasikan sukunya dari Bani Hasyim dan Bani Thalib, baik yang muslim maupun kafir untuk menjaga nabi secara fisik dari gangguan teror fisik Bani Quraisy.

Bani Quraisy kemudian mencari cara lain, yakni meneror pengikut nabi Muhammad Saw. Para pengikutnya dan merupakan sahabat nabi (Bilal r.a.) diseret, ditendang, diinjak, diikat, ditelanjangi badannya, dicambuk, ditindih dengan batu karang yang besar dan disiksa di bawah panas teriknya mentari di padang pasir. Kemudia Bilal r.a dipaksa untuk murtad dari agama Islam. Dibawah tekanan, ancaman dan siksaan, Bilal r.a menjawab siksaan para kafir hanya dengan kalimat "ALLAH HU AHAD, AHAD, AHAD!".

(4) Ditengah kehabisan cara untuk membungkam dakwah nabi Muhammad Saw. Abu Jahal Laknatullah, Abu Lahab Laknatullah dan penguasa-penguasa Kafir Quraisy Laknatullah berkompromi dan bersepakat untuk melakukan cara yang keempat. Yaitu dengan melakukan tipu muslihat politik agama.

Abu Jahal dan Abu Lahab mengkondisikan cara kekerasan menjadi muslihat politik persuasif bertopeng agama. Mereka mengutamakan dialog daripada teror monolog.
Diajaklah nabi Muhammad Saw atas dasar kesukuan, kebangsaan dan kekeluargaan dengan nabi tentunya. Maka disimpulkanlah suatu pernyataan sepihak yang hasilnya adalah pertama kalinya dalam sejarah agama Islam yaitu keputusan kontroversial tentang kerjasama dalam hal ibadah dan akidah.

Keputusan bersama mereka yang ditawarkan kepada Rasulullah Saw adalah "Toleransi Antar Agama".

Kafir Quraisy dan para penguasanya meminta agar Rasulullah Saw dan ummat Islam untuk bertoleransi dalam agama. Ummat Islam dituntut agar melaksanakan ibadah kegiatan menyembah kepada berhala-berhala Tuhannya orang kafir secara bersama-sama dengan orang-orang kafir di hari yang sama. Dan di hari berikutnya, orang-orang kafir akan rela beribadah bersama-sama ummat Islam untuk menyembah kepada Allah Swt di hari yang sama. Kesepakatan kegiatan toleransi (pemurtadan) ini akan berlangsung berganti setiap harinya.

Sesungguhnya inilah fakta sejarah upaya politik pemurtadan secara massal kepada ummat Islam secara nyata dan sadar.

Rasulullah Saw menolak deng tegas ajakan kompromi orang-orang kafir dengan kejelasan ayat ("lakum diinukum wa liya diin" : "untukmu agamamu dan untukku agamaku") serta ketegasan firman Allah Swt dalam Al Quran surah Al-Kaafirun (ayat 1 - 6).

(5) Penguasa kafir saat itu juga memutar otak mereka, berpikir keras untuk tipu muslihat menggunakan cara lain guna merayu nabi Muhammad Saw.
Masih dengan cara politik, kali ini mereka berusaha memakai cara yang lebih halus. Yakni mencari tahu dan mengikuti apa maunya Rasulullah Saw. Diutuslah seorang yang tua yang dihormati dari kalangan kafir datang dan berbicara kepada paman nabi, Abu Thalib.

Orang-orang kafir menawarkan kepada nabi akan kekuasaan. Bahwa mereka bangsa Arab siap mengakui dan mendaulat nabi Muhammad Saw sebagai raja Arab. Mereka hendak membeli nabi Muhammad Saw dengan kemewahan, harta 72 turunan, wanita-wanita cantik dan cerdas yang terseleksi, dan jabatan yang rangkap. Hanya dengan satu syarat, Rasulullah Saw harus meninggalkan dakwahnya atau jika tidak, maka Rasulullah Saw harus mereka bunuh tanpa peduli lagi siapa Muhammad, keturunannya, sukunya, bahkan Tuhannya sekalipun.

Mendengar hal ini dari pamannya. Nabi Muhammad Saw dengan tegas mengatakan :
"Wahai pamanku Abu Thalib, katakan kepada Quraisy tersebut. Andaikata mereka letakkan matahari di sebelah kananku dan bulan di sebelah kiriku agar aku meninggalkan kewajiban dakwahku ini. Maka demi Allah, demi Allah, saya tidak akan meninggalkan kewajiban dakwah ini walau hanya sekejap mata!".

Sungguh Maha Besar Allah Swt dengan segala Firman-Nya dan dengan kebenaran Islam yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad Saw.

Refleksi Perjuangan Dakwah Islam di Masa Kini

Ini adalah pembelajaran dari Allah Swt dan pelajaran kepada ummat nabi Muhammad Saw. Bahwa siapa saja, dari ummat nabi yang ingin berjuang di jalan Allah Swt, yang hendak menegakkan agama Islam, mendirikan Syariah Islam, harus siap dengan segala pelecehan, penistaan, caci maki dan sebagainya.

Musuh-musuh Islam pada zaman sekarang ini akan selalu berusaha dengan segala cara untuk mendiskreditkan agama Islam beserta elemen agamanya. Baik secara terang-terangan, maupun secara diam-diam di belakang ummat Islam.

Pada zaman sekarang ini, pelemahan Islam dilakukan dari berbagai segi kehidupan. Jika pada masa Rasulullah, upaya mematikan syiar Islam ini dilakukan secara bertahap. Namun pada masa ini usaha meredupkan syariat Islam dilakukan dengan metode yang sama, secara bersamaan dan terus-menerus agar syiar Islam benar-benar mati.

Apakah nabi melayani pelecehan serta caci maki itu? Apakah nabi berusaha mencounter fitnah yang datang bertubi-tubi itu? Sama sekali tidak, Rasulullah Saw hanya menanggapi penghinaan itu secukupnya saja. Rasulullah Saw hanya menagkis berita palsu/hoaks itu seperlunya saja.

Rasulullah Saw tidak punya waktu untuk menanggapi penistaan dan tipu daya hoaks tentangnya. Rasulullah Saw hanya sedikit memberi respon. Maka sisa waktu dan tenaga Beliau yang banyak itu, Beliau habiskan segalanya untuk dakwah Islam.

Ummat Islam haruslah mencontohi sikap Rasulullah. Ummat Islam harus mengikuti kecerdasan Rasulullah. Inilah kecerdasan nabi Muhammad Saw.

Banyak ulama istiqamah yang dicaci maki, dilecehkan, dihina dan banyak sekali yang difitnah. Namun karena kecerdasan, kesabaran, keilmuan dan kebenaran Islamlah. Para orang kafir tak kuasa membendung gelombang kafir lainnya setiap hari masuk memeluk agama Islam.

Karena dengan kebenaran Islamlah, para kafir tidak dapat mematikan Nur Allah-Nurul-Muhammad. Para kaum kafir tidak bisa meredupkan cahaya Allah Swt pada agama Islam ini serta elemen-elemennya. Ulama-ulama dan pejuang-pejuang Islam itu mati satu tumbuh seribu pada tiap masanya.

Refleksi perjuang Rasulullah Saw dalam dakwah dan kebangkitan Islam harus sebaja mentalnya Rasulullah Saw.
Mental pejuang Islam di zaman sekarang ini harus sekuat Sahabat-sahabat nabi. Tidak boleh gentar terhadap teror dan ancaman kematian. Ulama dan ummat Islam tidak usah terkejut dengan penjara. Ulama dan ummat Islam harus siap dikriminalisasi dengan resiko apapun.

Bilal r.a tiada mempunyai status, Bilal r.a hanyalah budak hamba sayaha. Tetapi Bilal r.a tidak menjual keimanannya, Bilal r.a tidak pernah menodai akidahnya. Iman dan keyakinannya kepada Allah Swt lah yang menjadikan Bilal r.a menjadi terpuji pada agamanya dan mulia di hadapan Allah Swt.

Ibunda dari sahabat nabi, Amar bin Yasir yang bernama Almh. Sumaiyyah adalah ummat nabi Muhammad Saw yang merupakan wanita pertama yang mati syahid. Sumaiyyah bukan orang kuat, Sumaiyyah bukan wanita kuat, ibunda Amar bin Yasir ini bukan orang kaya, bukan dari kalangan terpelajar, wanita ini hanya orang tua renta, Sumaiyyah hanya anak dari sahabat nabi yang lemah tak berdaya. Sumaiyyah adalah syahidah pertama dari ummat Rasulullah Saw yang di hadapan orang banyak kematiannya sungguh tragis bermandikan darah dan air mata. Sumaiyyah diteror, disiksa tubuh lemah wanita tuanya, dinjak-injak harga dirinya, ditumbak dari kemaluannya hingga menembus ke wajahnya tanpa ternoda imannya, tanpa berpindah agamanya, tanpa bercampur keyakinannya, tanpa tergadai sedikitpun akidahnya dan Sumaiyyah meregang nyawa di hadapan tatapan anaknya Amar dan suaminya Yasir dan mati menggenaskan di tangan laknat serta tumbak Abu Jahal Laknatullah.

Inilah cambuk bagi generasi Islam penerusnya. Refleksi dari perjuangan nabi Muhammad Saw dan para syuhada harus jadi contoh nyata pengabdian pemuda Islam kepada agama Islam. Biarpun dicaci maki, dilecehkan dan dihina. Walaupun di fitnah, ditipu daya, digiring ke opini publik yang menyesatkan. Meskipun diteror, diancam, dikriminalisasi, dipenjara dan disiksa. Walaupun bersimbah darah sampai terusir dari negeri sendiri, pemuda ummat Islam harus siap berjuang sampai titik darah yang penghabisan. Pemuda dan pejuang Islam harus lebih bersemangat wajib siap mati demi mempertahankan akidahnya dan membela agamanya walau sudah kering air di lautan. Walau matahari tak bersinar lagi, Ummat Islam wajib syahid!

Orang-orang kafir yang memusuhi Islam dengan caci maki, fitnah, teror, toleransi antar agama, pendangkalan akidah (sekularisme), penyemarataan keyakinan (pluralisme), mencampur-adukan akidah (liberalisme), menyama-nyamakan dan menyamarkan yang haq dengan yang bathil dalam syariat Islam.
Tujuannya adalah semata-mata hanya untuk melemahkan ummat Islam dengan akidahnya.
Sasarannya adalah semata-mata untuk menjauhkan ummat Islam dari agamanya.
Dan harapannya adalah semata-mata untuk menceraikan ummat Islam dengan ulamanya.
Jika tujuan, sasaran dan harapan orang-orang kafir musuh Islam berhasil, maka tunggu saja kehancuran agama serta uam

Karenan mereka yakin nabi Muhammad Saw sangat cinta kepada ahlul baitnya. Karena mereka tahu nabi Muhammad Saw sangat sayang kepada ummatnya. Karena mereka sadar nabi Muhammad Saw sangat mengasihi pengikut-pengikutnya. Karena itulah Rasulullah Saw berjuang atas nama agama Islam ini hingga kita sebagai ummatnya merasakan indah dan nikmatnya Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil 'alamiin.

Akankan setiap Maulid Nabi Muhammad Saw, kita sebagai ummat yang dicintanya senantiasa istiqamah dijalan dakwah dan mampu merefleksikan kepemimpinan serta perjuangan Beliau, Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam kapasitas juang yang sesungguhnya?

Jika kita masih selalu terbiasa dengan amal baik yang sehari-hari kita lakukan demi amar ma'ruf nahi munkar. Maka Syukur Alhamdulillah, kita sebagai ummatnya sudah menyifati hakikat perjuangan dan dakwah Baginda Termulia Nabi Allah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Insya Allah, Istiqamah.

"Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi Sayyidina Muhammad, kamaa shallaita ‘ala Sayyidina Ibrahim wa ‘ala aalihi Sayyidina Ibrahim, innaka Hamidum Majid"


Sorong, 02 Desember 2017
•ajilatuconsina

 

  • view 174