Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 25 November 2017   07:45 WIB
Wajah Cermin Marah

Menatap pada wajah awan yang mengandung hujan
di sana tak terlihat rona air laut merasa disembunyikan
ada persepsi sedang terkurung waktu dan memendam perasaan
menunggu emosi dari angin membolak-badai pikiran

Air laut tanggapan tempat aku berkaca
sering menampak anggun namun beriak kecil suara
seperti ombak yang selalu menggulung bayanganku tanpa kata-kata
percikannya bisa melekat pada kaca dan air muka

Kata-kataku mampu merintik sekembar air hujan
linangannya dari gunung sampai di pelupuk mata
tetapi wajahku tak hebat menembus cermin kaca
kerena setiap amarah dapat dibatasi oleh serat-serat bibir ranum mengucap ampunan

Amarah kian menggenangi suasana yang masih salah
jika datar suaranya mampu menyeret aksara hingga ke tangisan
meski tempat cermin itu selalu tinggi di atas dada lewati keluhan
hanya cahaya dari hati dan petunjuk yang merupa

________________________________
TT TUKEL STORI PARLENTE
"Wajah Cermin Marah"
Sorong, 25 November @kutikata2017
‚óŹajilatuconsina

Karya : Aji Latuconsina