Iblis Zaman Now Walkout, Bukan Kejadian yang Pertama

Aji Latuconsina
Karya Aji Latuconsina Kategori Agama
dipublikasikan 15 November 2017
Iblis Zaman Now Walkout, Bukan Kejadian yang Pertama

Protesnya Iblis

Ketika Allah hendak menciptakan nabi Adam as. Allah Swt berkata kepada para malaikat, ("inni jaa'ilun fil ardhi khalifah") bahwa Allah Swt akan menciptakan seorang khalifah di permukaan bumi.

Seketika, malaikat yang dengan nada sedikit protes bertanya ; "Tuhan, apa perlunya Engkau ciptakan seorang khalifah di permukaan bumi? Kelak kalau mereka berkembangbiak, kerjanya hanya akan melakukan kerusakan, menumpahkan darah, saling bermusuhan satu sama lain. Sedangkan kami para malaikat sudah cukup bertasbih memuji kebesaranmu"

Kemudian Allah Swt pun menjawab pertanyaan malaikat : ("inni 'alamu maalaa ta'lamun"), "Aku lebih tahu dari apa yang kalian semua tidak mengetahuinya!"

Kejadian ini adalah sejarah protes pertama kali yang dilakukan kepada Tuhan, oleh mahluk bernama iblis yang seolah-olah tidak setuju. Padahal Allah Swt baru hendak menciptakan mahluk berwujud manusia yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah di muka bumi.

Nabi-Allah Adam as. diciptakan oleh Allah Swt sebagai manusia pertama di muka bumi dan menjadi bapak dari seluruh ummat manusia. Mahluk yang pertama sekali tidak menerima dan memprotes penciptaan nabi Adam as. adalah Iblis Laknatullah.

Setelah diciptakan dari tanah dan ditiupkannya ruh kedalam jasad nabi Adam, lalu Allah Swt mengajarkan kepada nabi Adam berbagai macam pengetahuan. Kemudian Allah Swt memperkenalkan kepada nabi Adam, nama-nama dari segala sesuatu.

Nama merupakan simbol daripada ilmu pengetahuan. Nabi Adam akan dijadikan khalifah di permukaan bumi, maka dibekali oleh Allah Swt ilmu pengetahuan yang banyak (nama-nama dari segala sesuatu).

Karena nabi Adam seperti itu, maka kita pun demikian halnya. Bukan hanya nabi Adam, kita pun dijadikan oleh Allah Swt sebagai manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini yang nilai dan derajat kekhalifahan kita tergantung kualifikasi diri kita masing-masing.

Ada orang menjadi khalifah tingkat internasional. Ada yang menjadi khalifah di tingkat nasional saja. Ada juga yang menjadi khalifah di tingkat kota saja. Ada lagi khalifah di setiap tingkat struktural saja. Dan yang paling terpenting adalah kita harus menjadi khalifah sekurang-kurangnya adalah pada kelas rumah tangga kita masing-masing.

Tanpa dibekali dengan ilmu pengetahuan, jangan harap kita bisa menjadi khalifah di permukaan bumi ini. Siapa yang menginginkan dunia harus dengan ilmu, siapa yang menginginkan akhirat juga harus dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan dunia juga akhirat harus dengan ilmu. Tanpa dengan dasar ilmu, manusia tidak bisa menjalankan tugas-tugas kekhalifaan dengan baik.

Pembantahan dan Keingkaran Iblis

Paripurnanya nabi Adam as. sebagai manusia akan pengenalan, pengetahuan, dan pembelajaran untuk menjadi khalifah, maka Allah Swt mengkonfrontir nabi Adam as. di hadapan mahluk lainnya.

Allah Swt bertanya kepada para malaikat akan nama-nama segala sesuatu yang ditunjukkan untuk disebutkan oleh malaikat.
Malaikat menjawab : ("subhanaka laa illmalana illa maa allamtana"), "Yaa Allah,  kami tidak punya ilmu, kami tidak tahu semua itu, kecuali apa yang telah Kau ajarkan kepada kami"

Malaikat tidak bisa menyebutkan nama-nama segala sesuatu yang ditanya. Maka Allah Swt memerintahkan nabi Adam untuk menjawab, dan semuanya disebutkan satu per satu nama yang dimaksud.

Saat itulah Allah Swt memerintahkan para malaikat untuk 'sujud tawadhu' kepada nabi Adam as. Malaikat disuruh Allah Swt untuk sujud merendahkan diri sebagai tanda pengakuan terhadap keutamaan dan kelebihan nabi Adam as.

Sontak, mereka pun sujud kepada nabi Adam as. kecuali iblis. Iblis tidak termasuk mereka yang bersujud kepada Adam as.

Allah Swt pun marah dan bertanya :
"Apakah yang menghalangimu, (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam ketika Aku menyuruhmu?" [Al-A'raf : 12]
Dengan sangat angkuhnya, iblis menjawab :
"Aku lebih baik daripada dia, Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah" [Al-A'raf : 12]

Inilah kejadian pertama dalam sejarah bahwa iblislah yang pertama kali mengenalkan dan mempopulerkan sifat sombong di dunia ini. Tak heran, jika iblis mengingkari mahluk selain malaikat (termasuk iblis) untuk hidup di dunia ini selain mereka.

Iblis Zaman Past Walkout

Sudah bukan suatu hal yang tabu, soal protes-memprotes adalah lumrah. Bagi setiap mahluk ciptaan Tuhan, sifat dan sikap protes adalah sifat dan sikap bawaan manusia pada umumnya, lahiriah dan naluriah.

Protes yang dimaksudkan pada kejadian nabi Adam as. oleh iblis adalah sikap antipati, sikap membantah, dan sikap tidak mau menerima. Iblis tidak suka dengan kehadiran mahluk bernama manusia. Iblis membantah kebenaran dari pernyataan Allah Swt tentang kekhalifaha. Oleh karena itu maka iblis sanggat enggan mengakui bahwa Adam as. diciptakan untuk menjadi pemimpin di muka bumi.

Sikap protes yang membantah firman Allah Swt mengenai kabar dan kenyataan kejadian penciptaan mahluk berwujud manusia bernama Adam, membuat iblis menjadi takabbur, tingkai, dan merasa paling benar dan hebat.

Sikap lain dari iblis yang membuat Allah Swt menjadi murka dan melaknat iblis adalah sikap pembangkangan terhadap perintah Allah Swt agar malaikat dan mahluk lainnya tunduk dan sujud kepada Adam as.
Atas perbuatan ingkar kepada titah Allah Swt ini jualah yang akhirnya membuat iblis menjadi mahluk terlaknat, diusir dari surga dalam keadaan terhina dan dina selama-lamanya.

Pada zaman itu, iblis tidak terusir dengan sendirinya. Di zaman itu iblis menerima ganjaran atas perbuatannya sendiri. Iblis berubah status dari mahluk yang sering bertasbih, bertahmid, bertahlil hanya kepada Allah Swt Sang Pemilik Sekalian Mahluk menjadi mahluk paling dilaknat oleh Allah Swt dan sekalian alam.

Pada zaman dulu itu, derajat iblis yang awalnya adalah sebagai mahluk mulia yang derajatnya sama dengan malaikat. Atas keingkaran kepada Allah Swt yang menciptanya, derajat iblis menjadi derajat paling hina, dina juga nista diantara semua mahluk setelah kekafirannya kepada Allah Swt.

Iblis Zaman Now Walkout

Istilah iblis pada hakikatnya adalah kesombongan, takabbur, khianat, munkar dan kafir.
Manusia pada hakikatnya jika dinisbatkan kepadanya dengan sifat dan sikap yang melekat dalam dirinya, maka manusia dapat memilih diantaranya yang lebih dominan dari sifat mahluk mulia yang diberi akal dan ilmu. Maka sesungguhnya dominasi sifat dan sikap iblis pada manusia menyebabkan manusia tersebut dapat dikategorikan sebagai manusia yang bersifat iblis dan berperilaku seperti syaitan.
Dalam contoh istilah sehari-hari dikenal dengan julukan manusia berhati iblis atau manusia berkelakuan syaitan.

Manusia sejatinya mengira bahwa sikap protes dan tidak menerima sesuatu yang haq itu adalah perilaku normal, manusiawi dan ilmiah. Manusia lupa pada kodratnya bahwa manusia adalah tempat salah dan dosa. Apalagi kehidupan di muka bumi ini adalah tempat ma'ruf dan munkar, tempat hak dan bathil. Tergantung pada prinsip apa yang dipedomaninya, jika prinsip haq yang diimplementasikan maka manusia sudah memposisikan dirinya sebagai khalifah. Namun apabila prinsip munkar yang mendominasi subjektivitasnya maka manusia telah menyamakan statusnya sebagai iblis yang memang terlaknat.

Walkout, adalah sejarah sikap/pendirian yang pasti. Walkout adalah sejarah perjanjian iblis dengan Tuhannya. Walkout adalah dosa warisan dari iblis kepada manusia dalam sumpah dan proklamasinya.

Jika walkout yang dilakukan manusia pada situasi bathil dan kondisi munkar. Maka manusia adalah sebenar-benarnya khalifah. Karena walkout adalah jalan keluar. Memilih, menentukan, dan memutuskan untuk mengambil jalan keluar dari sifat dan sikap iblis menuju sifat dan sikap sebagai khalifah adalah prinsip walkout sesungguhnya.

Sangatlah disayangkan, jika manusia memilih dan memutuskan walkout dengan memakai prinsip walkoutnya iblis pada situasi kondisi normatif. Maka hakikat yang melekat padanya adalah manusia itu menyamakan dan memposisikan dirinya sebagai iblis/syaitan yang diusir secara hina karena bersifat memprotes dan bersikap membangkang.

Manusia, sekiranya jika menggunakan hak protesnya pada sesama manusia seharusnya dalam momen normatif serta melakukan walkout dalam kondisi obyektif.

Manusia bukanlah iblis atau syaitan. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang mulia. Penciptaan mahluk sebagai khlaifah inilah, maka manusia dikodrati dengan naluri, nafsu, akal dan ilmu melebihi keutamaan mahluk malaikat dan jin bahkan iblis sekalipun.

Seyogyanya manusia zaman now banyak-banyak mengambil hikmah dan pelajaran agama bagi aplikasi kehidupan sehari-hari di dunia dalam implementasi di bidang apapun, agar menjadi utusan yang amanah dan sebenar-benarnya khalifah.

Karena iblis akan tetap ada dan eksis pada setiap zaman sesuai ikrar dan janjinya di hadapan Allah Swt. Pada zaman past, zaman now sampai zaman future, iblis akan konsisten dari kiri, kanan, depan dan belakang untuk menjadikan manusia sebagai teman akrab lagi setia.

Hanya nafsu manusia, karena manusia sajalah yang selalu menyamakan dirinya dengan iblis dengan mengikuti cara-cara iblis untuk tidak menerima keputusan dan ketetapan dengan cara walkout.

Karena pada saat iblis protes, membantah, membangkang kepada Allah Swt, hingga iblis walkout dari ketetapan Allah Swt dan surga secara terhina lagi nista. Iblis tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa dia (iblis) adalah Muslim.

Semoga cara walkout bukanlah solusi terakhir.
Semoga sifat walkout iblis tidak menjadikan manusia hina hanya karena mengaku beragama.
Semoga sikap walkout bukanlah pada kebenaran akan suatu ketetapan yang sah menurut hukum.

Dan semoga kita semua, (dan Muslim) tidak walkout dari akidah Islam kita (kafir) hanya karena mencontoh dan memuji banyak saudara kita yang mengaku beragama namun buta hati dan ilmunya, sehingga melakukan walkout pada kebenaran dan ketetapan Allah Swt.
Aamiin.

Sorong, 15112017
•ajilatuconsina

 

  • view 27