Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 30 Oktober 2017   11:58 WIB
KEPALA DI KAKIKU DI KEPALA (1)

Batok kepalaku
kubuat dari bentangan beribu nusa di tulang rawan

Di kulit kepalaku
tumbuh hutan-hutan kayu yang hijau panoramanya ditawan

Ada sebanyak guratan nasib di dahiku
petanda harta memendam dalamnya ingatan

Dari lubang hidungku
meletuslah dosa-dosa bergunung penuh kerak perjanjian

Barisan keningku pun tak luput
kebunnya terasa hanya nama
jadi lahan tawar menawar para sesiput
lalu uangku ditukar dengan kertas berwarna

Jidatku turut mengkerut
ketika tak harum lagi bunga taman persada
sisa segenggam pula nyaris disulap luput
tinggalkan potongan bunga di pusara

Ronaku jadi ikut kusut
jenuh ditempa masalah di dada
cermin wajahku tergores keriput
oleh usia bumi yang ditentukan para durjana

Tanganku ingin menanam budi
namun hatiku menuai parahnya sakit

Kakiku tertanam lumpur bekas padi
jantungku semakin digenangi hama parasit

Jari-jariku beku oleh dinginnya asumsi ekonomi
bahwa menghitung bukan solusi namun investasilah yang taipan kritik

Otakku kian berpikir esok kan mati
setelah tahu nadiku disimpul musim paceklik

__________________________________
"TT TUKEL STORI PARLENTE"
"Kepala di Kakiku di Kepala" (1)
Sorong, 30 Oktober 2017
•ajilatuconsina

Karya : Aji Latuconsina