Bola Mata Viagra

Aji Latuconsina
Karya Aji Latuconsina Kategori Puisi
dipublikasikan 20 September 2017
Bola Mata Viagra

Bola Mata Viagra

Kedua kelopak mataku memikul berat
seharian menyimak nyawa-nyawa berlomba lalulalang
tiap jiwa dibebankan dengan masalah yang sarat
satu gunung pun tak sanggup menampung keluhan
fikiranku mulai pelan menapak di jalan sesat
mengayun pada jejak setan jalang
sesaat niatku kesetanan syahwat

Nafsu menuduhku mematikan akal
padahal asmara tak kenal pelaku dan korban
hanya birahi yang menghakimiku nakal
sedang otakku di awan kepalaku di celana dalaman
sejajar pandanganku ke jalan gelap beraspal
keluar cahaya silau belahan dada di kerlingan
terlintaslah kunang-kunang bertubuh sintal

Cikini digondangdia
mataku mulai berbinar suka
kerlip lampu mewarna bikin hati semarak
dalam selimut malam begitu gerah, mesra bernada krasak
ramping gelinjang di kaki-kaki lapak
di kiri kanan sesak oleh mata-mata suka
seperti semut di toko kembang dan gula

Bola mata bermalam suka-suka
berlama-lama suka di jajaran Gajah Mada
bola mata dimanja dan dijaja
suka pada binal paha dan dada
kekuatan dosa kalah dari merek dan nama

Nuansa gairah malam di Cikini
ada gadis bercelana setengah jadi
bola mataku semua jadi putih
baru aku sadar dan engah dadanya setengah
ternyata tubuh buntal yang harus dipilih
jika mata malam menipu selera
si 'Gajah Mada' kekar karena viagra

________________________________
TT TUKEL STORI PARLENTE
"Bola Mata Viagra"
Jakarta, 20 September @kutikata2017
•ajilatuconsina

  • view 25