Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 26 Agustus 2017   18:29 WIB
RINDU SETAJAM BULAN SABIT

Rindu Setajam Bulan Sabit

Sepotong tampak wajah bulan
menghias di tepian senyuman
hatiku berpayung langit lamunan
dia setajam sunggingan
bayang rendezvous dilingkup sinaran
tak sadar rindu membelah dada roman

Disaat bulan disabit-sabit waktu kunjung
langit rindu diiris-iris temu nan urung
perasaan gemas lihai aku gantung
kutancap di ujung bulan dekat jantung
hati siapa terkira sakit membuntung
lalu lukaku ditusuk rindu murung

Duhai bulan yang di kantung mata
mengintipmu dari jendela hatiku
seperti menatap ribuan cahaya
mataku tak tersilau kecantikanmu
hanya kedua bola mataku memutih suka
karena seri keanggunannmu
buat cinta lebih kemilau dan kaya

Oh sinaran yang menembus angan-angan
membias terangi renung sepi
bayangmu di danau dan pelukanku membumi
wajahmu di lautan yang samudera jadi dekapanku
bayangan kita selalu mesra ketemu
menyatu di peraduan rindu malam

Oh bulan
aku titip sepenggal rindu padamu
di lengkung pahamu yang bak perahu
aku ingin rebah di pangkuanmu
biar mimpi bawa kita berlayar jauh
menembus labirin langit ke tujuh
hingga mentari tak sampai menyinari
agar setiap hari kita menyepi
hanya ada kau, bulan dan aku lagi
sembari menanti pertemuan sepenuh hati
sempurnya bulan dan cinta jadi hakiki

Oh rindu
Oh bulan
yang menggantung rindu

Oh bulan
Oh rindu
yang tajam menyayat kalbu

________________________________
TT TUKEL STORI PARLENTE
"Rindu Setajam Bulan Sabit"
Manokwari,  23 Agustus @kutikata2015
1' Modified at Sabtu,  26082017 - Manokwari

Karya : Aji Latuconsina