72 TAHUN BAMBU-BAMBU TAK LAGI RUNCING

Aji Latuconsina
Karya Aji Latuconsina Kategori Puisi
dipublikasikan 18 Agustus 2017
72 TAHUN BAMBU-BAMBU TAK LAGI RUNCING

72 TAHUN BAMBU TAK LAGI RUNCING


Di ujung bambu-bambu muda
kami sematkan sejarah luka duka
karena daun-daun muda gugur belia
pada tanah dan air yang setia
dengan linang air mata dan genangan darah

Di ujung bambu-bambu muda
kami tak tahu sampai kapan usia
sebab setiap pekikan meruncing asa
dari bibir-bibir kelu memati muda
dari buku-buku ruas hati nestapa
siap menyayat setiap nadi yang menjajah

Di ujung bambu-bambu muda
kami gantungkan secarik kain juang
itulah lambang hidup dan mati demi bangsa
kami siap dibungkus tanpa nisan pejuang
harus hidup berdarah-darah mati jua memerah gelora
janji memutih suci bertumbal tulang belulang

Tujuh puluh dua tahun sudah jasad-jasad jadi tambang
lautan darah mengering jadi garam tak berharga
nasib anak bangsa meruncing di hutang
sebab tak lagi di ujung bambu-bambu muda
di ujung-ujung jarilah kami berperang
dan tajamnya berbalik menyayat jantung dan hati sesama saudara

Tujuh puluh dua tahun bambu tak lagi runcing
ujung-ujung jemari tumpul demi saling menggunting
selimut semakin tebal menyimpan musuh dalam lipatan

Kini bambu-bambu enggan meruncing
kata-kata jualah yang saling menggunjing
dengan isme-isme yang bengkok dari akal yang keriting

72 tahun dirgahayu
bambu-bambu kini jadi bumbu
pelengkap bagi si miskin terpaksa merasa enak membabu

72 tahun dirgahayu
ruas-ruas gemah ripah semakin senjang tumbuh liar membuku
sajak sejahtera jadi pilu ketika banyak wajah puisi berbuluh-buluh murung sendu

________________________________
TT TUKEL STORI PARLENTE
"72 Tahun Bambu Tak Lagi Runcing"
Makassar, 18 Agustus @kutikata2017
•ajilatuconsina

 

  • view 48