Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 3 Agustus 2017   18:55 WIB
SAJAK PENGKHIANATAN

"SAJAK PENGKHIANATAN"

Sajak ini tentang isteriku tercinta
tentang hatinya yang seluas samudera
tak peduli apa yang berlabuh di hamparan dadanya
tak mengira siapapun yang niat melayar karenanya
kasihnya menggenangi seluruh permukaan hati yang tak rata
sebagai sumber kehidupan ratusan ribu jutaan nyawa
sedang isteriku sering meminum airmatanya sendiri
karena kesalahan hajat hidup orang di sekitarnya

Samudera tiada berteman dengan badai
seperti kawanlah angin itu yang menyerupai
mereka selalu seiring kompak tak bercerai
menyapu lautan dengan hasrat tak bertepi
isterikulah yang selalu mencoba agar tak melampaui
lewati batasan akal manusia dan moral pribadi
akan tetapi badai tak pernah mau mengerti
setiap hembusan angin lautlah yang harus berperi

Deru badai bisingkan pendengaran dan rasa
hiruk di lautan yang sibuk melayani kodrat manusia
memaksa Tuhan mengisi perut suami dan anak isteri mereka
dengan mengambil paksa isi hati dari samudera
isteriku terlalu berbaik hati menerima mereka
membiarkan sapuan ombak dengan cara riak menipu mata
isteriku mengakali kebaikan dan menyifati kelapangan dada
hingga dipaksa memikul beban jabatan sementara

Isteriku tidak berkawan dengan badai sepi
isteriku juga tiada berteman dengan angin sunyi
ada kapal-kapal penangkap ikan yang liar melayari
sambil menggendong teknologi para musuh dari luar negeri
mereka itulah teman-teman yang selalu menipu dan mencuri
perahu-perahu nelayan yang bebas mengarungi
dengan membawa bekal amunisi buatan sendiri
mereka jualah kawan yang suka mengingkari janji

Namun berombak-ombak ambisi mendera
tak pernah membuat mereka jera
padahal mereka dihadang gelombang tinggi angkara
sampai bergunung ombak menggulung dengan murka
namun mereka menyiasati lautan dengan cara durjana
mengingkari sumpah nenek moyang mereka
mereka sungguh celaka berteman dosa dan neraka
sementara isteriku dikhianati dari hati yang paling durhaka

Kini, dan sampai akhir dunia nanti
mereka yang teman akan kerap mengarungi entah sampai kapan nanti
entah di lautan hati yang mana lagi
disisakannya serakan sampah iri dan dengki
mereka yang kawan akan terus melayari dengan menggagahi hati
dan mereka yang sahabat selalu akan mengkhianati janji dari menepati
namun samudera kalbu isteriku terlampau suci
sehingga mengandung kerang yang sanggup memelihara mutiara berabad-abad lagi

________________________________
TT TUKEL STORI PARLENTE
"Sajak Pengkhianatan"
Manokwari, 15 Agustus @kutikata2015
'1 Modified at Kamis, 03082017 -Manokwari
•ajilatuconsina

Karya : Aji Latuconsina