DULU KATA YANG UTUH, KINI KATA YANG CERAI

Aji Latuconsina
Karya Aji Latuconsina Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Juli 2017
DULU KATA YANG UTUH, KINI KATA YANG CERAI

"DULU KATA YANG UTUH, KINI KATA YANG CERAI"

Dulu,
kata-kata itu adalah pohon yang utuh
dari buah bibir sekeranjang penuh
saat jiwa ranum pada rasa dan peluh
serat rona wajah giurkan nafsu tubuh

Kini,
reranting gelora lesu rasa mengeluh
dedaun kenangan layu tertunduk lusuh
janji-janji putik pada sari bunga luruh
hanya serbuk angin menawan debu yang kumuh

Dulu,
bibir kedua pasangan berbuah kisah
berjuta kali senyuman kasih merekah
manis rasa setia di kulit berpori asmara yang remah
renyah kecup mesra di setiap waktu begitu indah

Kini,
gugur sehati berakar ikrar terbitlah gundah
harmoni sebatang pohon rimbun dan gelisah
daun pelipur buah termakan punah
pucuk terbiar layu, luruh dan mengalah

Dulu,
kata itu satu - yaitu ramah

Kini,
kata itu berubah jadi lemah dan absah

Dulu,
kata itu satu - adalah tabah

Kini,
kata itu artinya resah dan gundah

Usah.......
gairah......
sepah........
kini kata itu masih - harus pasrah
dan tetap berkata - kata - pisah

___________________________
TT TUKEL STORI PARLENTE
"Dulu Kata Yang Utuh, Kini Kata Yang Cerai"
Klademak - Sorong, 14 Mei @kutikata2012
'1 Modified at Rabu, 27062012 - Sorong
'2 Modified at Rabu, 19072017 - Jakarta
●timbaruangtinggalang

  • view 52