"SANG ALIM DALAM 1000 BULAN"

Aji Latuconsina
Karya Aji Latuconsina Kategori Puisi
dipublikasikan 21 Juni 2017

"SANG ALIM DALAM 1000 BULAN"
(Dan Mubarakatan 'Id)


Jika sepuluh malam membayang jahil
maka sepertiga iman kian menafsir sosok-sosok bakhil
dari separuh figur-figur alim yang berilmu muasal diri
terbukalah hijab lalui pintu hati tuk mengenali Ilahi Rabbi
malam itulah selimut malam mubarakati
karena hakikat 1000 bulan menjelma semalam jadi abadi

Suasana malam kian gelap zulmat
hati kotor nan hitam bersanding kelam
tiap nyawa gumuli nafas yang tarikat
sang alim lebur bersama sinar gemilang
relung hatinya terang benderang dalam tirakat
mengenal Tuhannya sembari ilmu diberkatkan

Gemintang masih berkedip Di ujung malam yang tak surut menyembunyikan bulan
rembulan turut hanyut berganti isyarat
ilmu pun ikut mengenal yang haq bermursyid dari berpengetahuan
si alim menuntut diri bertukar sifat
i'tikafnya menyeru sifat-sifat mengenal akan zat-zat ketuhanan
hingga luput daripadanya materi asal muasal menyifati fasiq

Kepada malam nan gelayut menandai gelap
dari sifat seseorang yang mata dan matahatinya buta
suasana alam pun berperilaku sesuai kadar iradat
hatinya ingin terus ingin hidup lagi sesudah ia tak tahu ada matinya
si alim sekaligus mengenal diri dengan bertukar sifat-disifat
Laylatil Qadr mengantar gulita kepada rahasia cahaya terang
Dia pun memandang Tuhannya sembari melafadh puja-puji sukacita

Apabila ingatan si alim kepada Ajja Wajalla tidak pernah mati
itulah sejatinya bintang malam dan tidak akan pernah padam
cahayanya adalah titian suci perjalanan hati menuju qalbi
sifat manusia bertukar gelap berubah kepada nur terang
kelezatan nikmat iman melimpah ruah hakikat ushuluddin dijiwai
Nur Laylatul Qadr pun jadi intisari dan merelung lalu menyarang

Kehidupan sang alim berubah kadar
menakar sifat sendiri menuai iman
hawanafsu pasti akan mati oleh kehendak jasad kasar
keinginan selain kepada ALLAH bukanlah sekedar pengharapan
rasa sayang kepada mahluk perlahan tertukar nazar
cinta teruntuk ALLAH terbayar Jannah hingga akhir penghakiman

Saat satu Laylatil Qadr tercurah menjadi tauhid mubarakatan
qalbu sang alim nian melafal dzikir Asma-asma Kemuliaan
malam di hatinya dipenuhi barkah zat-zat ma'rifat dari seribu bulan
ia sebenarnya telah mati merugi
dibayar impas oleh ruh keruhanian
hanya meraih laba tanpa imbalan dari jual beli sifat perangai dunia
mewujud syukur dengan perintah alpa pada sifat jasad kasar dunia fana
menyuluh tawaddhu tasawwuf sifat nama
sang alim menyatukan ruh dengan sifat ikhsan kepada ALLAH SUBHANAHUWATA'ALA

"Malam Kemuliaaan"
"Malam Kemuliaan Itu Lebih Baik Dari Seribu Bulan"
tiap jiwa dibeli dengan perintah Tuhan
akal sang alim jadi sufi lebih waras kemenangan berumur hayat seribu bulan
"Pada Malam Itu Turun Para Malaikat dan Ruh (Jibril) Dengan Izin Tuhannya Untuk Mengatur Semua Urusan"
"Sejahteralah (Malam Itu) Sampai Terbit Fajar"
Warahmah Wabarkah bagi Si Alim dalam 1000 bulan yang Mubarakatan"

 

TT TUKEL STORI PARLENTE
"Sang Alim Dalam 1000 Bulan"
(Dan Mubarakatan 'Id)
Malamooi - Sorong, 28 Juni @kutikata2016
'1 Modified at Rabu, 06072016 - Sorong
'2 Modified at Rabu, 21062017 - Kei
•pomboputigicigicicakadidi

  • view 63