"SAJAK LILIN UNTUK PATUNG LILIN"

Aji Latuconsina
Karya Aji Latuconsina Kategori Puisi
dipublikasikan 08 Juni 2017

"SAJAK LILIN UNTUK PATUNG LILIN"
(Manusia Penista Agama Orang Lain)

Aku ditantang oleh sekelompok iblis malam yang lagi asik bergerombolan
mereka kesetanan di jalan-jalan
     Mereka menguji imanku untuk membuat lilin sebesar falsafah bingkai negara
Lalu mereka memberiku dua pilihan serius yang mengancam
     Jika lilinnya harus terbuat dari sila-sila atau aku akan distempel radikal sebagai warga bangsa intoleran
Lantas aku menyanggupinya dengan persyaratan perlawanan keimanan
     Dan dengan siapa saja aku siap bermusuhan, walau tak mengenal kawan maupun lawan, andai harus bimbang berperang dalam gulitanya hati teman-teman seiman
Karena parang hanya mampu
menyayat lebih dalam sampai di tulang
     Namun pada kegelapan hati jualah
kata-kata jauh lebih menusuk terlalu dalam dari angin malam dan bicara faham.

Aku buat dua bentuk lilin dari dua cara dan arah berlawanan
     Dari tangan kananku hanya sepotong lilin kubuat dari seonggok putihnya awan
Bahan baku lilin yang ini sudah sesuai norma agama, etika agama dan juga adat baik kebiasaan
     Wah betapa malunya aku karena
segepok awan itu terpaksa bersandingan
menanungi massa yang buta pluralisme yang ternyata anti warna putih kerukunan
Dari asal muasal sifat keduanya sangatlah berbahan baku gagal paham, ironi dan kerap bertentangan
     Dari tangan kiriku lilinnya terbuat
dari bekas kata-kata nista dan berkas manipulasi dan pencitraan
Muatan lilin ini sangatlah kontradiksi dengan kenyataan penyelidikan dan penyidikan dari pihak yang berwenang
     Oh hinanya karakter lilin ini hanya karena alasan politik reklamasi, kata-kata anti korupsi berbau busuk, berbusuk sampah dari semua kotoran.

Hanya sepotong lilin dari putihnya awan yang kurakit suluhnya terbuat dari anyaman sejarah syahdu masa lalu
     Pelakunya adalah datuk-datuk kami yang bukan ulama-ulama su'u
Hingga mereka tak perlu dimantik api sebab nyala api lilin itu adalah sejatinya cahaya agama dan ilmu
     Api jihad itu semangatnya ada di syariat yang paling 'uru
Karena isi kitab suci kami bukan rumah tuk bait-bait puisi
     Sudah pasti orang di luar pagar akidah juga pasti tak bisa memahami
Maka biarpun cuma sepotong kecil lilin terangnya hanya murni tuk manusia berpekerti
     Dan sepotong lilin di tangan kananku lilin inilah untuk memuliakan ruh-ruh syahid di Makam Baqi.

Patung lilin manusia penista agama kubuat dengan sketsa luka dan duka jutaan ummat berbaris rapi
     Kupoles lembut deng niat-niat buruk tujuan jahat sekulerisme tersembunyi
Dalam isi tengkorak kepalanya ada berbagai macam isme-isme negatif pada otak zionis haluan kiri
     Kutata bagian isi dadanya dengan jantungnya orang kafir dan hati munafik liberalis penuh benci
Jari kaki tangannya kubalut dengan tentakel konspirasi kapitalisasi jaringan mafia monopoli ekonomi
     Tak lupa isi perutnya dipenuhi dengan kotoran daging-daging haram hasil kloning dari mental binatang yang direvolusi
Wajah patung lilin ini seakan-akan tak berdosa setiap hari walau rupa-nya terlihat seperti sedang emosi memaki-maki
     Jadilah dia lilin yang jadi patung lilin yang di ujung bibir mulutnya terselip seperti merokok sumbu bumerang menyala-nyala hendak membakar, memberangus hak umat beragama lain dengan sengaja menghina dan menista kitab suci

Tetapi dia hanya patung lilin manusia penista agama orang lain
     Apa dayanya jika nyala api durjananya akan membakar seluruh tubuhnya sendiri, sungguh kasihan!
Aku mengerti akan hal itu, maka aku buat patung lilin dari bekas kata-kata nistanya itu
     Daripada kubuatkan patung lilin dari potongan engkaulah lilin-lilin kecil itu, seperti judulkah lagu?
Maka si penista pasti merasakan lebih sakit meleleh sendiri dibakar di seluruh provinsi oleh pembelanya yang kiri sepaham dan yang merah sekeyakinan
     Ataukah kubuat saja patung lilin seperti sebentuk binatang babi sebagai simbol mencuri di hari malam, si babingepetkah, kubegitu heran?!
Pastinya lebih parah lagi, karena dia semakin dihina sebagai babingepet oleh pembela negara harga mati
     Patung lilin babingepetkah atau patung lilin manusia penista agama yang pasti mati dan pantas terhukum oleh salah maksud mulutnya sendiri???

Sajakku
Yang haq itu bukan lilinku

Sajakku hanya untuk patung lilin
Bukan lilin untuk manusia penista agama orang lain

Sajakku itulah sepotong lilin yang nyalanya untuk syiar agama
Bukan sebatang lilin yang apinya dari pantat jahannamnya neraka

Sajakku
Sajak dari api-api amarah karena kitab suci agamaku dinista oleh nyala-nyala api iblis dari setan-setan gelap malam yang berdiam di lilin-lilin palsu.


TT TUKEL STORI PARLENTE
"Sajak Lilin Untuk Patung Lilin"
(Manusia Penista Agama Orang Lain)
Sorong, 14 Mei @kutikata2017
1' Modified at Minggu, 14052017 - Sorong
2' Modified at Senin, 15052017 - Sorong

  • view 68