Reinkarnasi Tiga Kematian

Reinkarnasi Tiga Kematian

Laily Puspita
Karya Laily Puspita Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 04 Februari 2018
Reinkarnasi Tiga Kematian

Aku mengalami tiga kali kematian.

Kematian pertama, cintaku dibunuh sadis, harapanku dipenggal, sukmaku dianiaya. Tak bernyawa sudah.

Membuatku menangis hingga rasanya tubuh ini terkuras habis tenaganya. Beberapa liter air mata yang keluar cukup untuk membilas tiga potong pakaian.

Kematian kedua, hatiku serasa dicekik, hingga ia kehabisan oksigen untuk bernafas. Lalu mati dalam kegelapan.

Kematian ketiga, cintaku dikupas dan ditelan habis, kulitnya dibuang, lalu dibakar. Air mata? Jangan ditanya, aku lelah menjelaskannya.

Dari ketiga kematian itu, menurutmu manakah yang paling sadis?

Namun dari ketiga kematian itu aku hidup kembali. Aku bereinkarnasi menjelma menjadi pohon yang kokoh akarnya, teduh dedaunnya, dan kuat batangnya. 

Memberi keteduhan bagi para pejalan yang beristirahat dibawahnya. Melindungi dari sinar matahari, dan sebagai kawan angin sejuk yang numpang lewat.

Batangku untuk anak anak kecil bergelayutan sambil tertawa riang. Akulah pemeluk anak anak itu.

Akarku yang sangat kokoh tak lagi goyah oleh apapun. Dan aku hidup abadi sebagai pohon yang menjadi peneduh setiap yang butuh berteduh.



LAILY PUSPITA

  • view 103