Tercekik Dunia

Laily Puspita
Karya Laily Puspita Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 25 September 2016
Tercekik Dunia

Dunia ini tak lagi sama.

Tak lagi kurasakan semilir angin murni sepertiku kecil dulu.

Angin yang sejuk.

Angin yang damai.

Angin yang bak air es meluncur ke relung hati yang panas.

Dunia ini tak lagi sama.

Orang orang berbondong bondong menuju kegelapan dan mengabaikan lentera terang.

Lentera itu sendirian. Kesepian.

Tak ada manusia berminat. Mereka hanya tertarik gelap.

Dunia ini tak lagi sama.

Semua orang kuanggap kawan, tapi sebagian mereka menganggapku saingan.

Semua orang kuanggap saudara, tapi sebagian mereka bersiap siap mendorongku ke jurang.

Dunia ini tak lagi sama.

Kuberikan seluruh hatiku. Tapi yang kuterima hanya lemparan kotoran.

Kuberikan segalaku, dan aku di curigai sebagai tukang pencitraan, yang akan mengambil apa yang mereka punya.

Dunia tak lagi sama.

Kukatakan kejujuran, yang kuterima tertawaan.

Kuberi kasih sayang, yang kuterima penghakiman.

Aku menjerit minta tolong, yang kuterima hanya hinaan melolong lolong.

Dunia tak lagi sama.

Angin sejukpun kembali naik ke surga karena tak ada yang ingin.

Lenterapun kembali meringkuk di pojokan gubuk reot tua, karena tak ada yang ingin terang.

Semua orang berbondong bondong mencari angin panas dan kegelapan.

Aku merasa tercekik oleh dunia.

Hingga rasanya nafas ini menjadi pendek. Debar jantungpun melemah.

LAILY PUSPITA

  • view 268