Cinta Sederhana

Laily Puspita
Karya Laily Puspita Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 07 April 2016
Cinta Sederhana

Aku memimpikan cinta yang sederhana.

Sesederhana saat aku bersantai minum secangkir kopi hitam di sebuah cafe, sambil menikmati rambatan hujan yang turun di balik kaca jendela. Lampu kota berpendar manis, dan aku bisa merasakan aroma kopi dan aroma tanah yang mengeluarkan bau khas saat turun hujan. Ah, kerennya.

Aku memimpikan cinta yang sederhana.

Sesederhana saat penat pulang kantor dan aku menghampiri koleksi buku komikku. Aku quality time bersama tokoh tokoh jenaka di dalam buku bergambar itu. Seakan mereka hidup, berteatrikal di depanku, memberiku pujian karena kerja kerasku. Dan aku merasa gembira setengah mati. Ah kerennya.

Aku memimpikan cinta yang sederhana.

Sesederhana saat hidup terasa berat, keluarga yang sedang kacau, dan tiba tiba ada angin semilir menyapamu, angin sejuk mengeringkan air matamu, menyibak jilbabmu dan kau merasa seperti disapa surga. Ah, kerennya.

Aku memimpikan cinta yang sederhana.

Sesederhana saat matahari terasa terik, tiba tiba awan putih memayungi langkahmu, dan kau pun tersenyum menghadap langit dengan hati penuh terima kasih. Ah, kerennya.

Aku memimpikan cinta yang sederhana. 

Sesederhana seperti aku bercerita dengan sahabat lama. Saling berbagi hal hal kecil, hal hal bodoh dan remeh temeh. Saling tertawa, saling menyemangati mimpi masing masing, dan saling tolong menolong. Ah, kerennya.

Aku memimpikan cinta yang sederhana.

Cinta yang tak sekedar romansa. Tapi cinta yang memberdaya. Cinta yang penuh energi positif, yang akan melahirkan generasi generasi terbaik. Ah, kerennya.

 

LAILY PUSPITA

 

Sumber gambar: google