Secangkir Teh

Lele Talk
Karya Lele Talk Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 November 2016
Secangkir Teh

Seorang sahabat mengeluhkan hidupnya yang seakan nestapa, saya hanya bisa merangkulnya dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Walau perkataan saya tidak bisa menjamin apapun. Berada di sampingnya kurasa pilihan paling tepat saat itu. Untuk mengurangi bebannya, maka sayapun mengajukan cuti satu hari dan mendedikasikan waktuku untuk menghiburnya.

 Petualanganpun dimulai, saya mengajaknya berbelanja kebutuhan pokok untuk diberikan ke sebuah panti asuhan. Saat kami mengunjungi sebuah panti, responnya luar biasa. Dia menyaksikan langsung seorang bayi yang tidak memiliki anus, seorang bayi yang rahangnya bermasalah, puluhan bayi dan anak yang ditelantarkan orang tuanya. Terkadang hidup kita memang terlihat nestapa namun melihat kebawah selalu bisa menyadarkan kita arti bersyukur dan tanpa kita sadari bisa menjadi penghapus luka.

 Usai ke panti asuhan saya mengajaknya ke sebuah pemotretan, berdandan dan menjadi cantik. Berfoto bisa menjadi mengasyikkan ketika kita benar-benar menikmatinya, berdandan menor satu hari sah-sah aja asalkan perasaan cantik tidak hanya berlaku satu hari namun seterusnya. Beberapa orang melakukan pemotretan untuk merasa cantik, beberapa orang melakukan traveling untuk heal the pain, dan beberapa orang melakukan hal-hal spontan hanya untuk merasa “hidup”. Apapun yang dilakukan jika itu bisa merefresh dan menyegarkan pikiran sangat direkomendasikan. Lepaskanlah dan berbahagialah.

 Hari itu ditutup dengan kuliner lezat, makanan selalu menjadi pengobat segala situasi. Apa yang lebih menyenangkan dari sekedar diskusi hangat dengan makanan dan minuman hangat ditemani teman hangat?

 

  • view 160