Total Acceptance

Lele Talk
Karya Lele Talk Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 November 2016
Total Acceptance

Hari itu salah satu klien memarahiku atas ketidaksempurnaan pekerjaan, salah satu anggota timku protes karena kurangnya arahan dan kurang solidnya tim yang aq bangun, dan dia bahkan tidak menanyakan kabarku beberapa hari ini. Alih-alih menerima rasa marah dan sedih, aq malah menguat-nguatkan dan menyabar-nyabarkan diri.

 Hal itu berlangsung beberapa kali, dengan skenario yang berbeda, tanpa terasa fisik dan pikiranku lelah. Fisik mulai lelah yang berujung pada sakit selama beberapa hari, beberapa tanggung jawabpun terabaikan. Semangat menata kembali dan bangkit masih jauh di pelupuk mata, Tidur lama adalah pilihan. Enggan sekali aq menyentuh lapotop, padahal biasanya berbagai ide bisa aq tuangkan dalam tulisan, gambar bahkan event. Beberapa janji tertunda tertunaikan, jika aq larut dalam jeda aq bisa membunuh karirku.

 Setelah membaca salah satu buku, aq baru sadar perlakuanku atas kejadian itu dan beberapa kejadian lainnya adalah karena aq selalu berusaha menerima kejadian-kejadian buruk, yang notabene ternyata berbeda dengan menerima,  Ketika berusaha menerima, kita sedang berusaha merubah kondisi yang tidak menerima menjadi menerima, ada semacam unsur pemaksaaan dan penekanan batin, dan ternyata itu yang membuatku menderita. Berbeda dengan menerima, kita biarkan rasa sedih, marah dan kecewa bertamu kemudian akui dan peluk rasa itu. Kemudian move on dan jalani seperti biasa.

 Apapun rasa yang hadir, cukup disadari saja, tidak perlu diubah, direkayasa, dimanipulasi, dan diberi nama macam-macam, karena setiap rasa punya cerita. Dengan menyadarinya, gerakannya semakin lambat hingga akhirnya lenyap. Sekali waktu mungkin hadir kembali, sadari kembali. Dengan begini kita belajar untuk melihat segala sesuatu apa adanya. (Yuda;Hamzah;Ian, Bahagia dalam Jeda:93)

  • view 153