Kufur Nikmat

Lele Talk
Karya Lele Talk Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 November 2016
Kufur Nikmat

Hari ini untuk kesekian kalinya dia membatalkan janji, dan aq selalu mengizinkan dia mengulanginya lagi dan lagi. Hati yang terbuka seakan menjadi alibi untuk memaafkan dan memberinya kesempatan lagi. Kali ini aq cukup sedih, aq menunggunya di sudut ruang kerjaku, buka puasa sendiri hanya ditemani pc computer yang jenuh terhadapku. Dekat dengannya membuatku melihat secercah masa depan, yang kemudian tenggelam oleh janji yang tidak tertepati.

Lelah dengan kesedihan aq memutuskan untuk itikaf di salah satu masjid di Jakarta, lebih baik beromantis dengan Nya, pikirku, mungkin aq bisa lebih tenang, mungkin aq bisa menitipkan kegundahanku sebentar. Benar adanya, lantunan ayat yang merdu dibarengi suasana malam yang sejuk, atmosfer yang khusyu melenakanku. Air mataku tidak berhenti mengalir, mengaliri sekelebat dosa, bayangan orang tua, dan harapan akan imam dunia akhirat.

Bermadu dengan Nya saat itu menyadarkanku bahwa aq tidak pernah bertanya pada Tuhan kenapa aq diberi orang Tua penyayang, kenapa aq diizinkan memiliki masa kecil yang menyenangkan tanpa siksaan, kenapa aq sembari kecil sudah dikenalkan pada agama rahmatan lil alamin ini, kenapa aq tidak tinggal di Negara konflik, kenapa aq diizinkan mengenyam pendidikan yang baik, memiliki sahabat-sahabat keren, memiliki pekerjaan yang baik, memiliki rezeki, memiliki tempat tinggal, memiliki telinga dan anggota tubuh lengkap. Aq tidak mempertanyakan kepada Tuhan alasannya. Dan saat aq diuji dengan pasangan hidup yang tidak kunjung datang, aq kurang sabar dan selalu menanyakan  alasannya kepada Tuhanku.

Betapa kenikmatan itu melenakanku, ketika ada hal yang tidak sesuai rencana, aq gelisah, sedih, galau, marah dan kesepian..

Ya Tuhan jauhkanku dari sifat kufur nikmat, agar aq tidak terpaku dengan apa yang belum kumiliki namun mensyukuri apa yang saat ini kumiliki.

 

  • view 200