Think Smart

Nani Haryati (Leader Paytren)
Karya Nani Haryati (Leader Paytren) Kategori Ekonomi
dipublikasikan 02 November 2016
Think Smart

 

Sebagian dari kita mungkin bertanya, Kenapa Ustadz Yusuf Mansur mendirikan PT. Veritra Sentosa Internasional (TRENI) dengan Produknya PayTren dengan Konsep Sistem Jaringan?

Transaksi di Indonesia

Mari kita buka wawasan seluas-luasnya tentang awal mula berdirinya PayTren. Pernah tidak kita perhatikan iklan di Televisi sebelum tahun 2010 dan ketika 2013 sampai sekarang? Dulu ada iklan Bank tuh yang mengajak kita “Tingkatkan Saldo Tabungan Anda di Bank Kami” nanti akan mendapat Mobil, Motor, TV, dan lain-lain jadi pesan yang ingin disampaikan mengajak orang-orang untuk menabung. Tapi coba perhatikan sekarang-sekarang, Konsep iklannya sama cuman pesan yang disampaikan berbeda “Tingkatkan Transaksi Anda” Ko kenapa TREN nya mengarah ke Transaksi? Ada apa dengan Transaksi? Tidak hanya itu, Ketika Anda berbelanja ke Minimarket dan mau bayar ke Kasir, Apa yang mereka tawarkan? “Pulsanya sekalian Pak/Ibu?” atau menawarkan pembayaran lainnya. Itu transaksi lagi. Semakin lama dari tahun ke tahun semakin TREN nya ke arah transaksi sampai Perusahaan yang bukan dibidangnya pun seperti Pegadaian, dan lain-lain pun menawarkan transaksi. Bayar Listrik, Telpon, dan lain-lain bisa ke kami.

Tau tidak, mengapa mereka melakukan Bisnis Transaksi? Logikanya seperti ini, yang namanya transaksi itu kebutuhan orang, setiap orang pasti melakukan bayar pulsa, listrik, pdam, dan lain-lain ataupun untuk belanja juga. Nah disetiap transaksi ini setiap perusahaan selalu mendapatkan Fee atau biaya admin. Dan Perlu kita ketahui bahwa untuk salah satu Minimarket saja, mereka dari transaksi bisa mendapatkan untuk Puluhan Milyar se Indonesia dalam waktu per bulannya. Wooow, itu besar atau kecil? Itu baru salah satu minimarket belum yang lainnya dan belum Bank juga. Sehingga tidak heran, untuk transaksi saja tahun 2014 kemarin uang yang menguap dari Transaksi saja bisa mencapai 400 Triliyun, itu uang yang menguap alias tidak jelas kemananya. Oleh karena itu lah Ustadz Yusuf Mansur mendirikan TRENI dengan Produknya PayTren. Sangat menggiuarkan kan?

Latar Belakang buat PayTren

Latar belakang Ustadz Yusuf Mansur membuat PayTren hanya untuk membagi keuntungan kepada Masyarakat. Jadi kita tidak hanya sebagai Konsumen saja tapi diikut sertakan dalam pelaku Bisnis. Dimana disetiap transaksi dikembalikan dalam bentuk Cashback, disana TRENI membagikan keuntungan kepada semua Mitra-mitra yang berperan aktif bertransaksi ataupun berbisnis. Jadi lebih pilih mana? Transaksi melalui PayTren atau melalui Bank ataupun perusahaan lain yang belum jelas mau membagikan keuntungannya. Selain dari itu, perlu Anda ketahui, setiap transaksi Anda akan bernilai sedekah, kenapa? Sungguh mulia dari Ustadz Yusuf Mansur, beliau buat PayTren tidak untuk cari keuntungan sendiri tetapi 100% keuntungan untuk SEDEKAH jadi tidak masuk kantongnya Ustadz Yusuf Mansur. Intinya beliau buat PayTren sebagai Usaha Rakyat secara berjamaah dan membagikan setiap keuntungan kepada Mitra serta hasilnya untuk sedekah. Subhanallah…

Apalagi dengan konsep jaringan yang berada di jalur syariah, semua mitra bagaikan Owner yang memiliki perusahaan ini. Kenapa harus sistem jaringan? Jaringan itu Adil lho, orang yang kerja keras akan mendapatkan hasil sesuai kinerjanya dibanding orang yang ikhtiarnya kurang. Terus di sistem jaringan adanya pembinaan, jadi Sponsor atau Upline harus membina mitra-mitranya, jadi jangan iri kalau ada mitra bilang, wuih enak saya kerja dia yang dapat hasil. Nah kalau kita tidak diperkenalkan PayTren dan tidak dibina oleh Upline atau Sponsor apakah bisa sukses juga. Jadi secara syariah ini sudah Syar’i adil dari pembagian hasilnya. Dan dengan Konsep jaringan ini bisa membentuk komunitas yang bisa mempererat persaudaraan ataupun bisa saling bantu sesama mitra terutama dari Upline kepada Mitra dibawahnya.

PayTren Menuju 10 Juta Komunitas

PayTren menuju 10 Juta Komunitas, ini yang menjadi Visi utama Ustadz Yusuf Mansur. Jika seandainya mencapai 10 Juta komunitas itu akan menjadi kekuatan untuk diarahkan ke yang lebih baik terutama dari segi perekonomian di Indonesia. Dengan menerapkan Konsep Indonesia Berjamaah impian Kami Komunitas PayTren ingin “Beli Ulang Indonesia”. Saat ini seperti yang kita tahu bahwa aset-aset Indonesia sebagian dimiliki asing, padahal itu aset vital. Misalkan saja Telkomsel dan Indosat itu sebagian besar sudah dimiliki asing padahal itu kan BUMN yang semestinya milik rakyat Indonesia. Jadi seandainya kita punya kekuatan 10 Juta Komunitas ingin bisa untuk membeli aset vital kembali ataupun menghindari jangan sampai ada lagi aset Indonesia dibeli asing. Kalau perlu Komunitas kita yang beli. Misalkan saja, Telkomsel jual saham 10 Triliyun, tidak ada pengusaha Indonesia yang mampu yang bisa beli. Tapi kita Insya Allah bisa, berjamaah kita patungan anggaplah 1 juta per orang itu bisa sampai 10 Triliyun jika mencapai 10 juta komunitas. Dan bagi mereka yang patungan pastinya dapat untuk setiap perusahaan yang dibeli untung. Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat yang seharusnya terjadi.

Inilah alasan Ustadz Yusuf Mansur mendirikan TRENI dan Buat PayTren, bagi Anda yang ingin sukses, berkah, dan Support untuk Indonesia Berjamaah lewat 10 Juta Komunitas

Call me :

W.a 082370737978

PIN D2DEFECD

http://www.paytreni.com/?reg=nani-haryati16

  • view 149