Between brain and heart

Nani Haryati (Leader Paytren)
Karya Nani Haryati (Leader Paytren) Kategori Renungan
dipublikasikan 21 September 2016
Between brain and heart

Hati dan pikiran bergelut saling mempertanyakan segala hal.

Tentang kamu dan bangunan mimpimu, tentang kamu dan sinar bahagiamu, tentang kamu dan pangeran surgamu, duduk berdampingan menanti selametan dari orang-orang-orang yang memberikan restu, tentang kamu dan orang terdekatmu, tumbuh menua, mengingatkan akan sebuah kehilangan, ketidaksempatan, kesendirian. Tentang kamu dan eksistensimu, kebermanfaatanmu. 

Adakah yang lebih menakutkan dari sebuah ketidakpastian ??? 

Memaafkan sang ketidakpastian. Bagaimanapun hari ini, esok, atau bahkan lusa "Hadapi saja" usahakan saja, doakan saja. Berjiwa besar menentramkan harapan, bersahabat dengan keadaan. 

Sejahterakan hati dan pikiran. Beri keduanya asupan positif. Sediakan lautan keberanian. Beri ruang pemaafan

 Tentu tak semulus konsep dikepala. Atau tak selalu selaras dengan harapan hati. Lantas akankan kau berkusut diri? Mengandaikan sesuatu yang bahkan belum terjadi, murung dalam ketakutan tanpa tepi? 

Hati dan pikiran juga sering terfocus pada pendapat orang lain tentang dirimu. 

Bila orang sekitarmu tertawa, bukan berarti kamu lucu. bila mereka berteput tangan, tidak menunjukkan bahwa kamu hebat. Hinaan merekapun tidak menjadikanmu terhina atau pujian mereka, tidak akan membuktikanmu terpuji.

Perjuangan adalah prosesmu, pencapaian adalah hasilmu. Kamulah pelakon, kamulah penonton. Di setiap purnama terus berusaha berdamai dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak pasti. Orang lain tidak akan pernah mengerti rahasiamu. Ini hanya antara kau dan tuhanmu. 

  • view 161