First Step

Nani Haryati (Leader Paytren)
Karya Nani Haryati (Leader Paytren) Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 September 2016
First Step

Saat pertama kali aku terbebas dari tempat yang sering kami sebut penjara suci itu. Kau masih ingat ? Kau lelaki pertama yang mengahayutkan ku dalam obrolan panjang tiada henti. Menenggelamkanku dalam canda tawa bahagia. Menimbun memori kebersamaan yang tak terlupakan. 

Dan saat pertama kali aku merantau jauh, kau lelaki pertama menemaniku menelusuri setiap sudut jalan kota tersebut. Kau pulalah sosok pertama yang mengunjungiku, menyuntikkan sebuah keberanian agar aku terus semangat. Kita buta, kita penuh kerbataan, bahakan tak jarang kita tersesat atau bahkan berputar dijalan yang sama. Kita Bertanya sana-sini. 

"ini satu dari tujuh keajaiban dunia yang sudah kita kunjungi, kelak suatu hari kita akan kunjungi ketujuhnya" celetukmu penuh angan. Sepanjang perjalan kita mengingat ketujuh lokasi tersebut. Masih ingat kah ? Kau membungkuk dengan penuh percaya diri memaksaku memberikan jari untuk kau masukkan cincin khayalan mu. Dengan lantang kau ucapkan bismillah. Aku tersipu malu, dan kau menyadari itu. Setelah adegan itu, kita saling membuli satu sama lain. 

Bahkan saat pertama kali aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang, kau pulalah lelaki pertama tersebut. 

Dan kini, kau jugalah lelaki yang pertama x menghilang rimbanya entah kemana. Saat terakhir kali ku kirimi massage "jangan ganggu ketenanganku, aku lelah, setiap pikiranku tersita olehmu. berikan satu kepastian yang meyakinkan kesiapanku menantimu disepanjang kehidupan yang kupunya, bila tidak ada pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah kembali" . 

Aku tak mengerti apakan pesan itu sampai keponsel mu atau tidak. Sejak saat itu, kau tak pernah menghubungiku lagi atau bahkan membalas pesan tersebut. Aku tau untuk pertama kali nya diam mu, jawaban menyerahmu.

Apakah kita masih berada diruang yang sama ?

Ntah lah . . . 

Beberapa insan hanya dipertemukan sekedar meyinggah, bertemu hanya untuk bertamu, Apakah menetap, seatap hanya waktu yang punya jawabnya. 

  • view 186