Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesehatan 15 Januari 2018   09:23 WIB
Jangan Anggap Sepele Penyakit Asam Lambung

Punya asam lambung? Jangan anggap sepele. Penyakit yang sering dianggap tidak serius ini bisa membuat seseorang meninggal dunia.

Keringat dingin keluar disertai rasa perut mulas, mata yang awalnya terang mulai perlahan gelap. Seluruh tubuh tampak seperti es. Perasaan panik tumbuh lebih intens, perasaan jadi tak karuan.

Mungkin inilah yang Jean Patty rasakan sebelum dia mengeluarkan napas terakhirnya. Jean yang merupakan Puteri Indonesia Maluku 2016 meninggal dunia pada usia 26 tahun, Kamis (29/12). Seperti dilansir situs Antara, Jean Patty meninggal karena penyakit asam lambung. Para pengikutnya di Instagram memiliki banyak simpatisan. Rekan-rekannya juga tidak mengharapkan Jean meninggalkan mereka begitu cepat.

Penyebab kematian Jean, asam lambung adalah kelainan paling umum yang dialami orang dewasa. Pada situs kesehatan Health Line disebutkan kalau ada 60% populasi orang dewasa dapat terkena masalah asam lambung selama hidupnya. Jadi hal inilah yang membuat orang kurang memperhatikan penyakit ini.

Padahal, pada tingkat tertentu, asam lambung bisa menyebabkan komplikasi masalah kesehatan, kanker, dan kematian. Di Amerika Serikat, ada 1.150 kematian pada tahun 2004 yang penyebabnya didiagnosis sebagai asam lambung. Di Indonesia, tidak ada data resmi mengenai jumlah penderita penyakit ini.

Asam lambung yang memiliki nama gastroesophageal reflux disease (GERD) dalam bahasa Inggris, hanyalah masalah pencernaan. Secara etimologis, gastroesofagus berarti perut dan kerongkongan. Sedangkan refluks berarti mengalir bolak-balik. Jadi, WebMD, salah satu situs kesehatan AS, mendefinisikan GERD sebagai kelainan yang membuat isi perut naik ke kerongkongan.

Dalam proses pencernaan normal, bagian bawah kerongkongan disebut sphincter esofagus bagian bawah terbuka untuk memungkinkan makanan memasuki perut dan punggung tertutup untuk mencegah makanan dan asam di perut mengalir kembali ke kerongkongan. GERD alias gangguan asam lambung terjadi karena lemahnya LES dan sulit ditutup.

Penelitian menemukan, gaya hidup dan konsumsi makanan memicu fakor sehingga memicu timbulnya asam lambung. Selain menyebabkan kanker, gangguan paru-paru, infertilitas, dan gangguan lainnya, merokok pun mampu membuat LES kendur. Selain itu, departemen makanan mengataskan kalau cokelat, daun mint, gorengan, makanan berlemak, kopi, dan minuman yang ada kandungan alkohol bisa memicu mulas serta asam lambung jadi naik tinggi.

Gejala yang paling umum terjadi pada pasien dengan asam lambung adalah mulas, yang ditandai dengan sensasi terbakar di dada dan rasa asam di mulut. Lebih dari 60 juta orang dewasa di AS paling tidak merasakan sakit maag sebulan sekali. Sementara 15 juta orang mengalami mulas setiap hari.

Selain kasus Jean Patty, cerita Inggris Mike McCord juga patut didengarkan. Dia yang sudah sering mengalami mual sejak usia 10 tahun, tidak pernah menganggap serius gejala tersebut. Ia menolak untuk merawat mulasnya dan merasa tidak perlu ke dokter. Dia bahkan berkata, "Jangan khawatir, Anda tidak bisa mati hanya karena mulas," kata Mike kepada istrinya saat teringat akan penyakitnya.

Dua puluh tujuh tahun kemudian, mulas McCord berkembang menjadi kanker tenggorokan yang baru ditemukan 9 minggu sebelum kematiannya.

"Banyak orang, seperti yang saya takutkan, tidak mengerti hubungan antara sakit maag dan kanker," kata Rebecca Fitzgerald, ahli gastroesofagus di Inggris di Daily Mail.

"Jika mulas sekali atau dua kali normal, tapi jika sudah berkali-kali, dan asam terus naik dari perut, berarti tubuh kita melindungi kerongkongan dan menciptakan jaringan baru. Kondisi ini disebut Barrette Esophagus (alias Barrette's Esophagus Sayangnya, jaringan baru ini adalah jaringan abnormal dan cenderung bersifat kanker, "Fitzgerald menambahkan.

Barreton's esophagus adalah dampak terburuk dari asam lambung. Kondisi ini bisa memicu kanker kerongkongan pada penderitanya. The New York Times mengatakan, 10 persen pasien dengan gejala GERD memiliki Barret's Esophagus. Tapi tidak semua pasien Barrett's Esophagus memiliki gejala GERD. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan hampir 50 persen orang dengan Barrette's Esophagus tidak memiliki gejala GERD sama sekali.

Sebagai masalah pencernaan, asam lambung erat dengan masalah makanan, begitu juga cara mengatasinya. Cara untuk menghindari makanan yang memiliki kecenderungan merusak fungsi LES, juga tak kalah penting untuk menyesuaikan diet.

WebMD menyarankan, mengurangi porsi makanan juga bisa mengendalikan gejala asam lambung. Makan dua sampai tiga jam sebelum tidur bisa mengurangi asam di perut.

Baca juga : obat radang lambung

Bagi Anda yang telah terpapar penyakit ini, tetapkan diet menjadi formula wajib. Kelebihan berat badan juga memiliki efek langsung pada pasien asam lambung. Jadi, jangan menunggu asam lambung datang sendiri.

Karya : Lucious Lawliet