Dampak Buruk Memaksa Anak Yang Susah Makan Untuk Makan

Lucious Lawliet
Karya Lucious Lawliet Kategori Psikologi
dipublikasikan 26 Desember 2017
Dampak Buruk Memaksa Anak Yang Susah Makan Untuk Makan

Sebelum menjadi anak susah untuk makan, Anak adalah bayi yang rakus dengan semua MPASi yang Anda tawarkan. Ia sangat tertarik untuk mencoba makanan yang Anda tawarkan, sekaligus menikmati pengalaman dan rasa baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Namun, beberapa bulan kemudian ia mulai makan dengan susah payah. Sedikit bahkan menolak bubur tim lezat yang telah Anda buat dengan susah payah. Anda juga merasa terganggu karena itu.

Anda menjauhkan diri dari membuang makanan, karena itu boros. Anda juga khawatir dia tidak tumbuh dan berat badannya tidak naik. Kemudian Anda juga memaksa makan si kecil dengan berbagai cara.

Apakah Orang Tua, memaksa anak untuk makan dengan keras akan menjadi buruk baginya?

Karena memaksa anak untuk makan

Kita semua tahu bahwa apapun yang dilakukan dengan kekerasan akan selalu tidak menguntungkan. Apalagi jika dialami oleh anak saat ia masih sangat muda. Beberapa dari mereka adalah :

1. Merasa tertekan

Membuka mulut dan memasukkan makanan ke dalamnya bukanlah cara yang tepat untuk menaklukkan anak yang sulit makan. Dengan cara ini Anda memaksanya melakukan sesuatu yang tidak ingin dia lakukan, dan dia pasti tertekan.

Jangan meremehkan perasaan anak, meski usianya belum satu tahun. Justru hari-hari inilah anak itu akan 'mencatat' semua pengalaman dan kebiasaan yang Anda ajarkan kepadanya.

Kesusahan yang ia alami tidak hanya akan menghambat pertumbuhannya menjadi anak yang bahagia, tapi juga stabilitas emosional di masa depan.

2. Anak susah makan jadi benci makanan

Anak yang sulit makan akan menjadi semakin sulit untuk makan, saat ia menyalahkan makanan sebagai penyebab ketidaknyamanan di hatinya.

Bayangkan jika Anda berada di posisi anak, apa yang Anda rasakan saat ibu memasukkan sendok yang berisi makanan untuk Anda meskipun Anda sudah menutup mulut dengan kencang?

Merasa tertekan sejak usia dini, seperti yang telah kita bahas di beberapa artikel sebelumnya, membuat anak itu tumbuh menjadi anak yang tidak bahagia.

Jika sumber perasaan depresi adalah makanan, bisa jadi anak itu akan menolak makan kapan pun ia merasa kesal atau sedih. Ia menjadi trauma saat saatnya makan.

3. Memiliki masalah kesehatan

Karena anak sulit makan, maka Anda menyerah hanya memberi makanan yang disukainya. Misalnya, balita Anda lebih suka ayam goreng daripada sayuran, maka Anda hanya memberi tim nasi dengan ayam goreng setiap kali dia makan.

Dan pada usia ini anak-anak membutuhkan makanan bergizi lainnya seperti sayuran dan buah untuk pertumbuhan.

Kurangnya sayuran dan buah-buahan dapat membawa banyak masalah kesehatan, seperti sembelit, bisul mulut, flu lebih sering, dll.

Selain itu, sedikit lebih tahu tingkat kenyang pada perut. Paksaan yang Anda buat bisa terlalu penuh dan perut terasa tidak nyaman.

4. Tidak menghargai dan tidak bisa menikmati makanan

Makanan yang membenci membuat anak-anak cenderung tidak menghargai makanan yang telah Anda siapkan untuk itu. Dia juga tidak bisa menikmati makanan.

Bila Si kecil adalah anak yang sulit untuk makan, tidak ada cara yang bisa digunakan untuk membuatnya ingin makan. Satu hal yang pasti adalah kesabaran mutlak, dan selalu mencoba segala hal untuk membuatnya mau makan.

Segera kenali karakter anak sejak masih bayi, jadi Anda tahu dengan cara apa penolakan makanannya bisa dihentikan. Tidak masalah jika anak hanya mau makan satu atau dua sendok, asalkan perut terisi. Mungkin dia tidak mau makan banyak tapi dia ingin sering makan.

Berikan berbagai rasa dan tekstur untuk melatih kepekaan lidahnya terhadap makanan apapun, sehingga saat dia tumbuh dia tidak menjadi anak yang pilih-pilih.

Baca juga : Obat Nafsu Makan Anak

Mungkin ia bosan dengan menu yang hampir sama setiap hari. Atau sebaliknya, ia pun menginginkan menu yang sama dilanjutkan setiap hari. Sekali lagi, setiap bayi berbeda, dan setiap kali mereka berubah. Gunakan naluri Anda untuk menangkap apa yang disukai, yang mungkin berubah sewaktu-waktu.

Orang tua, semoga ulasan di atas bisa bermanfaat.

  • view 116