1 Nyawa 1000 Jiwa

Lautan Malam
Karya Lautan Malam Kategori Lainnya
dipublikasikan 28 Juni 2016
1 Nyawa 1000 Jiwa

Narkoba, memang telah menjadi momok mengerikan untuk seluruh generasi di seluruh penjuru dunia. Bahkan, kini Indonesia pun tidak hanya dikenal sebagai negera pengedar saja, namun juga sebagai sector pasar produksi internasional para sindikat narkoba. 
 
Beberapa waktu yang lalu, para sindikat Tiongkok berhasil menyelundupkan narkoba ke dalam negeri sebesar 800 kg yang dilakukan melalui jalur laut. Sebelumnya, BNN pun juga pernah membongkar 151, 5 kg sabu dari Tiongkok yang juga diselundupkan melalui jalur laut.
 
Dari kasus diatas, dapat kita simpulkan bahwa negeri ini memang tergolong lemah dalam segi pengawasan wilayah di daerah maritime, sehingga para sindikat tersebut pun tak ragu-ragu untuk menyelundupkan narkoba secara besar-besaran.  
 
Jika berbicara tentang fakta, republic ini dapat dikatakan sudah memasuki fase kritis dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Bahkan di cengkareng, pelibatan narkoba dalam kehidupan sehari-hari sudah memasyarakat. Padahal sejatinya untuk menghasilkan sebuah kesejahteraan ekonomi tidak bisa dengan mengorbankan kesejahteraan lain. Kesejahteraan yang didapatkan melalui hal-hal haram jika ditinjau dari hukum apapun, bahkan secara kemanusiaan dan individual, pasti tidak pernah akan dibenarkan. Apapun dalihnya, jika dengan cara seperti itu hanyalah akan menciptakan kesejahteraan singkat.
 
Hari ini, sedikitnya 4,5 juta orang terkena narkoba dan kini telah ada 1,2 juta orang yang sudah tidak bisa direhabilitasi karena kondisi mereka dinilai sudah terlalu parah. Selain itu, paling tidak dalam kasus ini ada 50 orang meningggal dunia perharinya. Kalaupun tidak sampai merenggut nyawa, benda laknat itu berpotensi membuat masa depan penggunanya gelap gulita. Oleh karena itulah, focus penanganan kasus narkoba kini dialihkan berada di garis depan, yakni tidak mengkriminalisasi mereka.
 
Kasus penyalahgunaan narkoba ini dapat dikategorikan sebagai tindak kejahatan, dan setiap tindak kejahatan pastilah ada tersangka dan korban di dalamnya. Maka dapat dikatakan bahwa para penyalahguna disini sebenarnya hanyalah sebagai korban dari kebiadaban para sindikat dan gembong narkoba. Oleh karena itu, setiap pengguna narkoba mempunyai hak untuk direhabilitasi.
 
Disamping itu, tak hanya berfokus pada proses pemulihan para penyalahguna narkoba saja, negri ini pun dituntut untuk lebih tegas terhadap tindak kejahatan tersebut, terutama bagi para sindikatnya. Sehingga konsep pemberantasan tidak hanya menjerat para bandar dan pengedar dengan memiskinkan mereka saja, namun iika perlu pemerintah pun harus segera mengambil tindakan tegas melaui eksekusi mati.
 
Melemahkan bandar tidak cupuk dengan cara menjebloskan mereka ke dalam jeruji besi dalam kurun waktu seumur hidup. Karena jika hanya dilakukan dengan hukuman ini, ternyata mereka pun masih tetap leluasa menjalankan bisnis narkoba tersebut di balik jeruji besi. Sehingga para bandar harus dimiskinkan dengan merampas seluruh aset mereka melalui penerapan undang-undang pencucian uang atau dengan eksekusi mati. Berkaitan dengan penegakan hukum perku kita sepakati bahwa kejahatan narkoba extraordinary crime yang perlu disikapi. Bukan dengan langkah standar, tapi extra juga.
 
Saya sangat setuju hukuman yang maksimal adalah hukuman mati. Tanpa adanya hukuman yang berat Indonesia akan menjadi pasar. Bahkan bukan tidak mungki lost generation menjadi kenyataan. Ketika pandar merusak anak bangsa, apakah kita masih beerteriak ham bagi mereka? Ingat, anak bangsa di republik ini harus diselamatkan.  
 
Perang melawan narkoba butuh nyali dan napas panjang sehingga tidak bisa diserahkan kepada BNN sepenuhnya. Ia harus menjadi gerakan rakyat Indonesia. Karena itu, selain sikat sindikat narkoba, BNN diharapkan untuk terus-menerus menggelorakan partisipasi masyarakat dalam memerangi narkoba.
 
Masalah memerangi, sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa faktor terjadinya kejahatan adalah iman. Jika kita hanya mengandalkan kekuatan hukum dan sistem pertahanan untuk mencegah para bandar tersebut memasuku kawasan Indonesia, tentu bukanlah barang yang mudah untuk dilakukan. Karana biar bagaimanapun manajemn mereka dalam melakukan tindak kejahatan jauh lebih baik dan rapi. 
 
Maka disinilah peran para pemuka agama untuk memainkan perannya. Pemuka agama harus terpadu mencuci iman, pegang hati pegang komitmen. Karena biar bagaimanapun, lambat laun kiitapun akan menua dan anak cucu kita yang akan melanjutkan. Maka hanya diri mereka sendirilah yang akan menjaga diri mereka sendiri dan Indonesia dengan bekal iman yang mereka miliki.
 
 

  • view 99