Kenikmatan Remeh Temeh, Receh!

Latif Hendra
Karya Latif Hendra Kategori Inspiratif
dipublikasikan 22 April 2016
Kenikmatan Remeh Temeh, Receh!

Dik, besar kecilnya nikmat yang diberikan Tuhan, memang sudah sepatutnya kita syukuri. Namun akan lebih baik jika kita lebih banyak bersyukur dan berterima kasih kepada hal-hal kecil deh? Kepada cottonbud, tusuk gigi, masker, penjual bensin eceran, tukang tambal ban, WC umum, warung burjo, dan hal-hal kecil lainnya yang keberadaannya seringkali disepelekan manusia. Bersyukurlah, karena keberadaan mereka seakan menggenapi hari-hari kita yang selalu terburu-buru. Bersyukurlah, karena keberadaan mereka mengingatkan kita bahwa kenikmatan dunia tidak selalu tentang banyaknya uang, pujian orang, dan pasangan yang selalu bergonta-ganti.
 
Coba sesekali rasakan kenikmatan-kenikmatan yang Tuhan titipkan pada mereka. Rasakan kenikmatan luar biasa yang muncul saat kamu mengorek kuping dengan cottonbud. Rasakan perasaan puas yang datang saat kamu berhasil membersihkan bekas sambal yang nyelilit di gigimu dengan tusuk gigi. Rasakan hangat nafasmu di dalam masker yang melindungimu dari asap hitam knalpot bus. Rasakan heroisme yang muncul dari sosok bapak penjual bensin eceran dan tambal ban, sehingga kamu tidak jadi datang terlambat ke kantor dengan bau badan menyengat karena menuntun sepeda motor terlalu jauh. Rasakan perutmu yang lega dan terasa ringan saat kamu akhirnya bisa buang air di WC umum, setelah sebelumnya berkeringat menahan berak ditengah kemacetan selama berjam-jam. Rasakan pula ketulusan hati dari mas-mas warung burjo yang rela bangkit dari kantuknya dan dengan ikhlas membuatkanmu semangkuk mie instan saat kamu kelaparan tengah malam dan keuanganmu sedang menipis.
 
Aduh dik, Tuhan memang sangat all out dalam menyayangi hambanya. Kasih sayang-Nya meliputi segalanya, bahkan sampai ke tempat-tempat yang sering kita anggap kotor dan menjijikkan. Seringkali Tuhan juga menitipkan kasih sayang-Nya lewat tangan orang-orang yang seringkali termarjinalkan dalam kehidupan sosial. Itu kenapa Tuhan menyuruh kita untuk juga ikut all out dalam bersyukur.  Bukan untuk-Nya, tapi untuk diri kita sendiri. Coba kamu hitung berapa nikmat Tuhan yang kamu rasakan hari ini, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, masih adakah celah untuk sombong?

  • view 114