Tragedi dunia Muslim, Tragedi kemanusiaan, atau ?

Latifah Nurhidayah
Karya Latifah Nurhidayah Kategori Politik
dipublikasikan 19 Desember 2016
Tragedi dunia Muslim, Tragedi kemanusiaan, atau ?

 

 

Hari hari saya harus diliputi dengan kepedihan tiada tara. Setiap membuka sosial media. Rasanya hati hancur berkeping-keping melihat saudara seiman saya dibantai dengan sadis. Rudal-rudal berjatuhan tanpa ampun. Perempuan dan anak-anak menjadi korban. Bahkan pasukan assad juga menyerang lewat darat dan mengeksekusi warga satu persatu. Saya hanya berfikir dan membayangkan bagaimana ketakutan yang luarbiasa saat itu. Saya tak bisa membayangkan jika itu terjadi di Indonesia , dan terjadi pada saya .. Apa yang harus saya lakukan ? Dan tentu saya akan marah pada dunia, karena mereka tahu pembantaian ini namun berdiam diri pada ini semua .

Yang menjadi sebuah hal yang menggelitik adalah. Terlepas masalah suriah atau palestina. Begitupun masalah lainya. Yang biasa dilontarkan oleh masyarakat adalah ini adalah masalah kemanusiaan bukan masalah agama. Huh.. jujur saya bingung menanggapinya. Ya, secara fakta dan efek yang terjadi ini adalah tragedy kemanusiaan.  Dimana berbagai pelanggaran HAM terjadi, hanya saja. Tentu saja pelanggaran HAM ini bukan terjadi begitu saja. Melainkan ada sebabnya.

Sebut saja palestina. Konflik ini terjadi tatkala 1948, secara illegal Israel menyatakan sebagai negara merdeka di tanah palestina. Haloo ? Kemana aja dari dulu. Ujug-ujug datang ke tanah palestina daan buat negara. Dan kemudian rakyat palestina diusir, dan tinggalah palestina dengan wilayahnya yang sangat sedikit. Begitupun perang suriah yang meletus. Ini bukan tanpa sebab, melainkan karena rakyatnya yang tidak ingin dipimpin oleh seorang pemimpin dictator dan tidak kapable seperi Bashar Assad. Mereka ingin assad turun, dan mengganti pemimpin dan sistem negara mereka menuju sistem Islam . Ada yang salah dengan keinginan mereka ?

Masihkah kita berdiam diri dan mengatakan ini tragedi kemanusiaan ? Hingga kita hanya memberikan bantuan, namun diam saat mereka dibantai. Ibaratnya, kita diam saat tetangga kita dirampok dan diperkosa, yang kita lakukan adalah memberi mereka perban, obat-obatan dan makanan. Itu bukan solusi guys . They said, negeri sendiri aja belum bener, mau ngurus negeri lain. Hmm.. saya sangat menyayangkan pernyataan apatis ini

Hallo,bukankah kita adalah negeri mayoritas muslim terbesar di dunia ? Bukankah kita adalah saudara ?  Bukankah negeri ini ‘katanya’ aktif dalam menjaga perdamaian dunia ? Lantas mengapa sulit bergabung bersama negeri-negeri muslim lainnya berkoalisi secara militer menyerang para penjajah itu. Israel bukan negeri besar. Dana perang mereka berasal dari AS. Begitu pun Assad, mereka meminta bantuan Iran dan Rusia. Jika Indonesia bergabung bersama koalisi militer negeri muslim. DImana disana terdapat Arab Saudi yang militernya luar biasa, Turki dengan kekuatan baru yang canggih, juga negeri kilang minyak lainnya. Saya fikir, tidak ada kerugian sedikitpun. Justru itu adalah bukti bahwa persaudaraan kita sebagai negeri muslim yang beradab. Justru saya heran, disaat ramainya pemberitaan ttg suriah. Bapak kita yang terhormat justru, menjalin kerjasama dengan Iran yang notebenya syiah dan sekutu suriah. Tidakkah itu menyakiti  rakyat suriah.

Ingat ! Ada  3 hal yang menyakiti rakyat suriah, penduduk negeri para nabi. 1. Bashar Assad ,2 Rusia, 3. Diamnya dunia.

 

Wallahu’alam bishawaab sekedar celotehan dari pikiran yang gatal dengan kerumitan dunia

  • view 226