Kukira aku sampah

Latifah Nurhidayah
Karya Latifah Nurhidayah Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 18 Mei 2016
Kukira aku sampah

“ Aku sampah “

 “ Aku gak berguna , aku gak bisa apa-apa“ Isaknya sambil meneteskan air mata

Aku terdiam, memutar otak kata apa yang harus aku ucapkan.

Memang rasanya terpuruk itu sangatlah kacau.

Serasa dunia runtuh dihadapan kita, dan kita hanyalah debu yang berterbangan.

Kiamat lebih tepatnya.

Tapi sekali lagi. Dan kesekian kalinya disaat Tuhan memberi ujian, kita mengumpat diri.

Padahal bisa jadi itu adalah kasih sayangnya. Agar kita kuat , agar kita tegar.

Saat kau mengumpat diri tatkala terpuruk, bisa jadi kau sedang mengumpat kasih sayangNya.

Aku tak sanggup membayangkannya kawan.

Kita berkata “ tak mampu”, namun hakikatnya kita sangat kuat. Hingga tuhan mengamanahkan masalah tersebut. Kau yang terpilih kawan , bukan aku. Itu tandanya kau special.

Masalah bukanlah hambatan. Bahkan semut yang hendak tenggelam saja berusaha menyelamatkan dirinya. Lantas kita ? Sesosok manusia berakal, dan kemampuan luar biasa tenttu bisa.

Kita adalah sang raja. Kita adalah pemimpin bumi ini.

Hanya satu masalah kita. Kita terlalu cepat berputus asa.

Padahal rahmatNya sangat luas. Pertolongannya melimpah ruah.

Taka da samah di dunia ini. Bahkan sesampah-sampahnya sampah dia bisa dipergunakan kembali

Apalagi kita yang bukan sampah. Kita adalah emas. Kita adalah permata

 

Percayalah bahwa langit tak selamanya mendung

Tuhan selalu ciptakan keajaiban disetiap detik berputarnya bumi ini.

Tidak ada satupun kejadian ini yang luput dari pandanganNya. Bahkan daun yang jatuh.

 

Masih kah kau sebut dirimu sampah ? Tidak , mungkin kau lupa mengusap mata, hingga tersadar ..

Bahwa kau adalah permata.

  • view 117