Satu Hari di Aleppo

Latifah Nurhidayah
Karya Latifah Nurhidayah Kategori Agama
dipublikasikan 07 Mei 2016
Satu Hari di Aleppo

Satu hari di Aleppo. Hampir setiap hari kami dihujani oleh rudal-rudal mematikan. Menghujani pemukiman warga tanpa ampun. Terbayang kah engkau ketakutan yang menyelimuti kami setiap hari. Jangankan memikirkan tentang harta, jodoh ataupun yang lain. Masa depan kami  esok pun mungkin tak disini.

Satu hari di Aleppo. Kau kan melihat mayat-mayat berserakan . Anak kecil berselimut darah. Ada yang terjepit bangunan. Ada yang meratapi orang tuanya. Ada pula yang tersenyum menghadap tuhanNya. 

Satu hari di Aleppo. Suara teriakan kini adalah nyanyian yang biasa. Ini adalah pertama kalinya masjid kami tak ramai di kunjungi orang. Bukan karena enggan , namun terlalu takut dan tak sempat untuk ke sana. Mereka terlalu sibuk untuk mengurus jenazah dan lautan darah.

Satu hari di Aleppo. Bagi kami, ini adalah hari kelam. Saudara kami meninggal. Ibu ibu kami bersimbah darah. Ayah-ayah kami syahid. Dan kami harus hidup sendiri, melawan para pesawat yang tanpa ampun memburu kami.

Satu hari di Aleppo. Satu hari nanti kami akan bersaksi di hadapan Allah tentang apa yang telah kami alami.. Tentang kesabaran kami menantang ujian. Tentang air mata yang tumpah meminta pertolonganMu. Kami tak takut dengan rudal itu, yang kami takutkan adalah ujian ini memalingkan iman kami.

Satu hari di Aleppo. Saudaraku, yang kami butuhkan adalah pembelaanmu. Terima kasih atas bantuanmu. Tapi sungguh pembelaanmu atas kami lah yang kami butuhkan. Serukan jeritan kedzoliman ini pada dunia. Buatlah seluruh dunia tahu akan kebiadaban ini. Serta kirimkan jundi-jundi terbaik kalian untuk negeri para nabi ini. Kami menunggu kalian saudaraku. Sungguh kita adalah satu tubuh.

Tenanglah dunia. Kami adalah umat yang tegar. Umat yang dijanjikan oleh Allah. Tanah ini memang bersimbah darah. Namun lusa akan harum mewangi menyebarkan kegemilangan Islam dipenjuru dunia. Sebab Allahlah yang menjanjikannya. 

Sebuah syair ketika aku , kami adalah ilusiku saat aku disana. Jeritan hati yang mungkin tak sampai terdengar oleh hati kita yang membatu.

  • view 153