Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesusastraan 2 April 2016   10:05 WIB
Sepotong Kain

Suasana sesak ramai?

Wangi keringat menyeruak di udara masjid

Riuh gemuruh para pemuda lusuh sebari menggunakan ponselnya

Lalu lewat diantara mereka sesosok wanita tak berwajah

Ia menutup wajahnya dengan kain hitam

Berjalan anggun melewati semua

Mata mereka tajam memandang , begitupun dia

Mungkin ia tak bermaksud menatap keji, hanya saja , ?

karena matanya saja lihat, sehingga terkesan begitu.

Diantara mereka menyeletuk " iih biasa aja dong matanya, pake cadar udah kayak di arab aja"

Aku melihat mereka , memastikan benarkah yang mereka katakan ?

Aku terdiam. Memandangi sang wanita itu. Benarkah tatapannya begitu menganggu.?

Rupanya tidak. Memang dia begitu, atau mungkin karena masjid ini sesak dan begitu ramai

Hingga ia tak mampu berbicaa dan hanya bisa mengingatkan penduduk masjid lewat mata

?

Aku tak mengerti. Mengapa semua orang saling menilai dari luarnya saja

Jika seorang jalang saja berkata " Jangan lihat kami dari penampilannya "

Maka mengapa kau menghardik orang dari penampilanya.

Tidak kah kau ingin ku katakan sebagai wanita tak tahu diri karena pakaian mu yang tak pantas ?

Maaf jika ku lancang saudaraku

Tapi sungguh kata-kata mu tak seelok rupamu.

?

Don't judge book by it's cover

Huh ? Masa bodo dengan kata-kata ini

Di tanah seberang , saudaraku ditangkap hanya karena sepotong kain di wajahnya

Padahal memegang pistol saja tak mampu

Dan untukmu yang berbicara

Ingatlah jika bukan kita sebagai penganut ajaranNya yang saling menghargai

Maka siapa lagi yang akan menghargai agama ini.

Jika syariatNya saja tak kau hargai , aku tak tahu berapa harga hidupmu itu.?

?

Karya : Latifah Nurhidayah