Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 29 Juli 2016   11:41 WIB
Kalimat yang di inginkan seorang guru.

Guru merupakan salah satu profesi yang mulia. Menjadi seorang guru bukanlah perkara yang mudah, yang memikul tanggungjawab besar untuk  mengajarkan puluhan, ratusan bahkan ribuan peserta didik yang memiliki latarbelakang karakteristik kepribadian yang berbeda-beda. Diperlukan kesabaran untuk menghadapi semua itu. Bahkan beberapa guru di pelosok pedalaman dan kepulauan harus berusaha payah menghadapi berbagai macam cobaan yang menantang. Kerasnya gelombang laut, jalan yang rusak, tak adanya fasilitas yang memadai serta berbagai macam rintangan lainnya harus dilewati hanya hadir di sekolah untuk mendidik dan mengajarkan anak didiknya, tanpa memikirkan keselamatan mereka. Tujuannya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

 

Sungguh besarnya pengorbanan seorang guru. Mereka tak pernah lelah untuk berhenti memberikan dan meningkatkan pengetahuan anak didiknya Pantaslah seorang guru di juluki sebagai pahlawan tanpa jasa. Pahlawan yang kuat, gigih, dan tangguh untuk memerangi kebodohan demi mengantarkan anak didiknya mencapai kesuksesan.

Dibalik kesuksesan dan keberhasilan seseorang baik seorang presiden, dokter, tentara dan profesi lainnya, terdapat sosok manusia yang sangat berharga selain orang tua yakni guru. Kenapa guru? Karena guru adalah sosok yang telah mengajarkan mereka menjadi pribadi yang cerdas. Guru tak pernah meminta balasan ketika pesertya didiknya menjadi orang yang sukses dan berhasil, tetapi mereka hanya bisa “Tersenyum” dan hatinya berkata “Aku bangga melihat mereka”. Dalam hati seorang guru ada sebuah harapan kepada anak didiknya kelak yakni agar mereka tidak menjadi pribadi yang sombong dan melupakan jasa-jasa gurunya.

Pernahkah kalian mengucapkan “terima kasih” kepada gurumu ketika anda berada di puncak kesuksesan sekarang ini?  hanya sebagian orang atau mungkin tak seorangpun yang mengucapkannya. Padahal kalimat itu sangatlah berharga bagi mereka dan sebagai salah satu bentuk untuk memuliakan guru. Jika tangan Anda terlalu pendek untuk membalas kebaikan gurumu maka panjangkanlah lisanmu dengan banyak berterima kasih dan mendoakan mereka. Oleh karena itu, jika guru Anda masih ada maka carilah! Berterima kasih lah kepada mereka.

Oleh : La Ode Reskiaddin

Karya : La Ode Reskiaddin