Sudirman Said dan Perjuangan Untuk Perubahan

Lalita Loli
Karya Lalita Loli Kategori Tokoh
dipublikasikan 07 Agustus 2017
Sudirman Said dan Perjuangan Untuk Perubahan

Jamak sekali kita temui sosok tokoh yang kerap kali menyajikan sesuatu yang paradoks. Ia lantang berbicara tentang pengurangan kemiskinan pada saat dalam sejarah hidupnya ia tak pernah merasakan kesulitan, bahkan berkemewahan. Ia dengan asyik berbicara tentang pembangunan dan kesejahteraan, tanpa merasakan penderitaan sebab ia, sejak dilahirkan, sudah berkecukupan.

Tentu tidak salah, tapi mendengarkan orang dengan asyik berbicara kemiskinan dan kesejahteraan rakyat tanpa mengalaminya, kok, rasanya ada yang ganjil. Tentuk tidak keliru, sebab konsep dan teori bisa ditiru. Tapi pengalaman akan membuat segala sesuatunya semakin padu. Bagaimana jawaban orang yang miskin tentang kemiskinan, itulah solusinya. Bagaimana jawaban untuk membangun kesejahteraan dari orang yang tidak sejahtera, itulah yang sebenarnya diperlukan.

Kita boleh saja berbeda tentang ini, tapi Sudirman Said adalah tokoh yang tidak sekali jadi. Ia tidak lahir dari kemapanan, oleh karenanya, ia tahu arti sebuah penderitaan. Bagi Sudirman Said, hidup sukses tak pernah jatuh gratis dari langit. Hidup meniscayakan perjuangan untuk mencapai perubahan yang lebih baik.

Sudirman Said paham betul bagaimana kemiskinan, sebab ia dilahirkan dari rahim seorang yang miskin. Ia paham betul bagaimana kesejahteraan itu diperlukan, sebab ia lahir dari ketidak-sejahteraan yang menggurita. Ia tahu rasanya hidup susah, sebab ia dilahirkan tidak dalam ekonomi yang “basah”.

Dulu, Sudirman Said bahkan pernah menjadi kenek angkot untuk menunjang kehidupannya yang melarat. Membantu orang tua bertani bawang di sawah yang bukan milik keluarga, tapi titipan. Hidupnya tidak pernah sederhana, ketika itu. Tak mungkin menceritakan satu persatu bagaimana mengenaskannya hidup Sudirman Said ketika itu.

Tapi kemudian, kegigihan dan perjuangannya mulai tampak ketika melalui jalur pendidikan, ia bercita-cita untuk mengubah hidupnya, dan keluarganya. Melalui usaha yang keras melalui pendidikan dan belajar, pelan tapi pasti, perubahan itu mulai menepi di pinggir nasibnya. Semangat yang membuncah itu, didukung oleh ibunya, seorang yang tidak berpendidikan tapi visioner.

Sekarang, Sudirman Said sudah berkecukupan. Tidak kaya, tapi selalu merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berkat perjuangan dan kerja kerasnya, tentu atas restu ibu dan pertolongan Allah SWT, ia berhasil menjadi putra daerah yang sukses dan hebat. Berbagai posisi pernah dijabatnya, termasuk jabatan prestisius sekelas menteri. Perubahan itu sangat nyata terlihat, dan pendidikan menjadi salah satu jalan. Dari seorang anak kampung yang miskin, hidup pas-pasan, bertani dan akrab dengan kehidupan angkot, menjadi sosok yang hebat.

Melalui perjuangan dan kegigihannya, ia berhasil mengangkat derajat hidupnya menjadi lebih baik dan lebih laik. Artinya, Sudirman Said menghargai sebuah perjuangan, untuk menciptakan perubahan.

  • view 65