Pandangan Sudirman Said; Pemimpin Harus Selesai Dengan Dirinya Sendiri!

Lalita Loli
Karya Lalita Loli Kategori Politik
dipublikasikan 01 Agustus 2017
Pandangan Sudirman Said; Pemimpin Harus Selesai Dengan Dirinya Sendiri!

Dalam kebaikan, kita tak akan pernah selesai dengan diri sendiri. Tapi selesaikan diri sendiri untuk jika berkaitan dengan keburukan dan kejahatan yang menyengsarakan banyak orang!”

 Pemimpin dan pejabat yang, pada akhirnya, tersangkut masalah menandakan, bahwa sejatinya ia belum selesai dengan dirinya sendiri. Mereka yang, pada akhirnya, tersangkut masalah kriminal apalagi terlibat dalam kongkalikong skandal korupsi untuk menggarong duit negara, lagi-lagi, menunjukkan ada yang belum selesai dalam dirinya. Mereka yang masih ingin keistimewaan; ingin memperkaya diri, keluarga dan kelompoknya; dan ingin gagah-gagahan, berarti banyak yang tak selesai dalam dirinya.

Lalu, bagaimana mungkin orang yang tak selesai dengan dirinya sendiri ingin menjadi pemimpin dan menyelesaikan masalah di Republik ini? Harapan semacam apa yang akan kita suarakan kepada mereka, yang menjadi pemimpin dan pejabat, lalu mengurus hal-hal yang tidak penting dan substantif?

Menjadi pemimpin dan pejabat publik adalah pengabdian, maka tak ada kepentingan yang paling diutamakan kecuali kepentingan umum. Ia harus bersih dan berintegritas, meski tak mungkin seperti malaikat. Itulah yang menjadi pijakan Sudirman Said, dalam konteks kepemimpinan dan pengabdian.

Bagi Sudirman Said, pemimpin dan pejabat yang tidak selesai dengan dirinya sendiri hanya akan membuat gelap mata. Niatnya memang tidak untuk bekerja untuk menyebarkan sebanyak mungkin kebermanfaatan. Jika baik pada awalnya, ia kemudian tergoda, pada akhirnya. Inilah yang banyak kita temukan di negara yang kita cintai ini. Kita bisa melihat bagaimana seorang pemimpin diciduk oleh KPK dalam penggerebekan (OTT) kasus korupsi, bagaimana seorang tersangka masih bisa berlenggak-lenggok memimpin salah satu lembaga negara seakan tanpa dosa, dan berbagai anomali “mengenaskan” lainnya.

Kenapa bisa terjadi? Karena mereka belum selesai dengan dirinya!

Dalam banyak kesempatan, Sudirman Said secara konsisten selalu menyampaikan tentang pentingnya menyelesaikan diri sendiri dengan hal-hal yang tidak penting; dengan hal-hal yang negatif; atau cara-cara picik untuk mendapatkan sesuatu. Jika ingin kaya, bekerja dan berusaha. Bukan menggarong uang negara. Kita harus selesaikan diri untuk mencapai dan mendapatkan sesuatu dengan cara yang tidak halal.

Sudirman Said bukanlah orang yang sangat kaya karena ia tetap berusaha dan bekerja, tapi cara yang digunakan dengan berwirausaha. Sudirman Said juga bukan Presiden, hanya pernah menjabat menteri, tapi ketika memimpin ia selalu berusaha untuk menjaga integritas dan kebersihan dirinya. Sudirman Said bukan pula konglomerat, tapi cara hidup yang dijalaninya adalah cara yang bermartabat. Jadi, apapun yang diupayakan, Sudirman Said tetap bersyukur untuk apapun yang didapatkan.

Jadi, banyak juga yang belum selesai dalam diri Sudirman Said? Sebagai manusia yang mendambakan kebaikan dan kebermanfaatan, ia tak akan pernah selesai! Sementara untuk kejahatan, kongkalikong, memperkaya diri melalui jabatan, ingin dihormat karena sebuah posisi, Sudirman Said telah menyelesaikannya. Pengalaman dan perjalanan hidupnya adalah bukti nyata bagaimana integritas dan konsistensi yang ditunjukkannya.

  • view 85