Melangkah untuk melupakanmu

Nurmala Elt-hasni
Karya Nurmala Elt-hasni Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 28 Agustus 2017
Melangkah untuk melupakanmu

Tak seperti biasanya,ntah kenapa hari itu aku merasa ingin membuka facebook, lama rasanya saya tak pernah membuka aplikasi itu. Dan setelah 1th lamanya saya tak membukanya, ahirnya hari itu adalah waktu dimana aku memulai untuk mengaktifkan kembali facebook ku. Saat aku membuka beranda semua seolah biasa saja,tak ada yg berubah. Banyak hal yang sewajarnya orang lakukan di media sosial pada umumnya, seperti memposting foto tentang makanan, kekasih dan yg lainnya. 
Aku pun menelusuri semuanya satu persatu, dan ada satu postingan yang membuat hatiku bergetar kencang. Ya...itu adalah postingan dia. Dia yang awalnya menjadi cimonku, dari aku yg gak begitu peduli tentangnya sampe ahirnya aku tak bisa melupakannya.
Postingannya sungguh sangat sederhana, dengan caption buat yang bisa hadir dihari bahagia kami.
Yaa....dia mengunggah sebuah foto undangan yg terpampang jelas namanya dengan wanita itu. Lalu aku...
Ya...hati ini begitu sakit,ternyata luka hatiku belum benar- benar sembuh untuk melupakannya. Dia masih selalu hadir dalam setiap hela nafasku. Awlanya aku masih menganggap semua akan baik - baik saja,tapi ternyata tidak. Kau benar - benar melupakanku. Tak mau tau bagaimana aku berusaha untuk melupakanmu. Yang kau tau kita telah mengahirinya dan berjalan masing - masing.
Kau selalu hadir dalam setiap mimpiku,membuat hati ini selalu dipenuhi harapan - harapan kosong, semampu hati ini melupakanmu semampu itu pula kau hadir dalam setiap hela nafasku.
Kini...harapan itu kupatahkan sendiri, yang awalnya ku hidupkan karena ucapanmu,tapi tidak setelah ini. Kau dan aku memang diciptakan hanya untuk saling mengenal dan mengenang bukan untuk saling melengkapi.
Kan ku buang semua tentang kita,tentang ucapanmu yg slalu minta didoakan dalam setiap langkahku,itu semua hanya gimik. Dan aku....kembali melangkah untuk melupakanmu dengan luka yg masih bernanah.
Memang sebelumnya kabar pernilahanmu dengannya sudah santer terdengar,dan akupun tak berusaha tuk tau diri bahwa kita itu berbeda. Tapi....setelah melihat kenyataannya secara jelas akupun merasa kecewa
 Dan hati ini pun berkata kenapa bukan aku?? Kenapa dia??
Dan apakah kita tau takdir Tuhan? Ya...tentu aku mengungatNya agar mampu meninggalkan luka dan bekasnya sekalipun bahwa kita memang tidak berjodoh.
Langka ini semakin kuat untuk mendapatkan yang terbaik dan lebih baik lagi.

Kini....kulanjutkan cerita hidupku bersama angan dan citaku dengan melepasmu terbang bebas kedunia luas. Dan aku....terbang bersama cita dan mimpiku untuk masa depan...

  • view 37